Posts

Meninggalkan Facebook (Facebook makin menjenuhkan)

   Sudah beberapa kali hendak meninggalkan facebook, jenuh berlama-lama di jejaring sosial yang satu ini tapi sepertipecandu rokok yang masih setengah-setengah ingin berhenti merokok, belum lama sudah kembali merokok. Beberapa kali akun saya tutup.. Tapi saya kembali lagi :), alasannya sepele..takut ada informasi di grup kelas. Padahal saya bisa menelepon atau sms kawan untuk mendapat informasi.    Kepinginnya seterusnya tak punya akun di facebook. Terlalu banyak hal yang seperti tak saya harus tahu muncul di dinding, maklum dulu saya hobi tambah teman, walaupun tak saya kenal. Dan sekarang tak efisien melepas status pertemanan satu persatu, al hasil saya lebih baik hengkang dari facebook. Fokus di blog sepertinya akan lebih nyaman. :)

Di mana hati berada?

Siapa yang tidak pernah sakit? Rasanya hampir tidak ada ya, semua kita pernah sakit.. Mulai dari kepala hingga ujung kaki itu bisa merasakan sakit. Sering sekali saya ke rumah sakit, ternyata tiap hari tidak pernah sepi, selalu ramai. Walau teknologi kesehatan semakin canggih, orang sakit tetap saja banyak. lalu lebih baik sakit atau sehat ya? Ya sehat - laaaaahh. Tapi beruntung untuk seorang muslim yang sedang sakit, ia tetap dikatakan baik jika ia bersabar dan terus berusaha sembuh. Jika sehat lebih untung lagi kalau ia bersyukur. Tapi ada sakit yang belum ada rumah sakitnya, sakit hati, hati di sini bukan hati yang biasa kita sebut liver, tapi hati yang saya tak tahu di mana keberadaannya, hati ini terus bicara, walau bibir kita diam, tapi hati ini bisa bicara..saya juga aneh, kenapa ya ada sesuatu yang terus bicara dalam diri ini, bahkan saat menulis tulisan ini pun yang mendikte tangan saya adalah hati. (hati atau pikiran sih?) Walaupun belum ada rumah sakit...

Blog dan Menulis

Saya menjadikan blog ini sebagai sarana untuk belajar menulis, belajar melihat diri sendiri dari tulisan saya, tapi kenapa ya... Kadang sulit untuk curhat di blog, saya lebih memilih curhat buku, di buku saya bebas menyebut nama, selain buku, untuk tulisan pribadi, saya lebih senang menulis di Microsoft onenote, di blog ini saya kebanyakan menuliskan keadaan lingkungan saya yang makin tak ramah, hal-hal sepele yang kerap saya temui di pinggir jalan, dan di manapun itu.. Menulis di blog juga membuat saya terlihat semakin bodoh, semakin banyak menulis, semakin tahu saya mesti banyak belajar.. Saya masih miskin diksi, fakir intuisi... Belajar menulis memang tak akan pernah usai...harapan saya sih buat buku nonfiksi, kenapa non fiksi? Karena selama hidup ini saya baru berhasil merampungkan sebuah fiksi. Dan itupun cerpen tentang hantu kereta :) .

Kidung malam

Malam, Gelapmu damaiku Malam, Di belahan tanah, Mendung berlabuh Malam, Gelapmu tenangmu Bawa mendung Bawa mendung itu Bersama tenangmu, Bersama damaimu Bersama diammu Bersama ayumu Bersama indahmu Malam, Aku tak mau rasa sakit Terus bergumpal menjadi cendawan Malam, Ku rasa tak ada rasa sakit Yang tak beriring bahagia Semoga pemilik malam Membawa kesembuhan Semoga tak ada dendam Tak ada sakit hati Tak ada iri dengki Cepat sehat Cepat sehat Cepat sehat

Invers

Dunia penuh Invers, pengurangan - pertambahan, perkalian - pembagian, genap-ganjil, Gelap - terang, sedih-gembira, perempuan - laki2. Apakah kita baru bisa merasakan sesuatu jika telah merasakan inversnya (kebalikannya) ? Apa kita akan memahami perkalian jika belum mendalami pembagian, merasakan gelap jika tak pernah tahu apa itu terang? Apa harus demikian? Tidak juga demikian, buktinya perempuan bisa memahami laki-laki tanpa harus menjadi, kita bisa mensyukuri sehat tanpa harus jatuh, Invers adalah pelengkap tatanan hidup, kita butuh keduanya, sakit-sehat, sedih-gembira, karena dunia akan terus berpasangan..... Tapi lebih enak sehat ya, moga yang sakit cepat sembuh semuanya :)

Don't judge a book by its cover

    Idiom di atas cukup tepat untuk menggambarkan pengalaman baru-baru ini,    Ada seorang lelaki yang sedang duduk di kursi, tak ada yang menemani. rambutnya gondrong, sedikit ikal, ada bekas tindikan anting di ujung telinganya. kemudian saya duduk menemaninya, kebetulan kami memiliki satu tujuan, akan bekerja di rumah ini sore hari nanti.   "Mas tuan rumahnya?" saya buka percakapan   " Oh bukan, saya keyboardis". jawabnya singkat.    Dari penampilannya yang sedikit urakan saya tak menyangka kalau ia seorang keyboardis, panjang lebar kami berbicara tentang musik, walau kebanyakan saya cuma melongo kurang mengerti. Ia juga seorang guru TK kelas musik, pengamen, tutor musik privat, dan semua yang berbau musik khususnya keyboard. lantas percaya kah saya? oh tidak, saya tak serta merta percaya, tapi setelah saya melihat dan mendengar ia bermusik, saya percaya ucapannya.    Selesai acara ia berpesan, fokus... fokus lah pada s...

Knalpot Super Bising.

Saya sering jengkel saat naik motor di jalan, bagaimana tidak.. Kebisingan suara mesin yang memang sudah bising sering menjadi-jadi saat seseorang merubah standar knalpotnya hingga mengeluarkan suara super bising, Biasanya motor. Saat mendengar knalpot yang telah dimodif bising itu, Telinga terasa sakit. Mengapa ya ada orang seperti itu, tidak mencoba peduli pada kenyamanan pengendara lain, padahal saya yakin ia sendiri merasa kebisingan, kok bisa ya ada orang yang nyaman dengan mengganggu orang lain... Allah, peka-kan-lah hati para pengendara agar lebih peduli pada orang lain... Aamiin.