Posts

Jangan Main di Jalan !!

Terus mainnya di mana ? di rental PS ? di Warnet ? Melarang tanpa memberi pilihan di mana lagi harus bermain. Banyak orang dewasa lupa kalau mereka pernah kecil dan punya nafsu sampai ke ubun ubun untuk terus bermain, berlari, mengejar, bersembunyi, teriak, tertawa, lombat, jongkok, bahkan menangis. sampai sampai belajar di nomor duakan, nomor satu dan segala galanya adalah bermain. kini, di sini. Lapangan habis, sawah habis, ladang habis, pohon habis, kuburan habis, yang tersisa cuma jalanan, ruangan yang tak dimiliki individua individual yang rakus akan kontrakan, seandainya saja Jalanan milik perorangan pasti sudah juga dibangun petak petak rumah sewaan. Tanah milik mereka, lahan milik mereka, ya mereka bebas membangun, memblok, hingga menutup gang gang sempit yang biasa menjadi persembunyian bocah bocah berkerah belel dengan ingus bergelantungan.  Tapi ? rasa kemanusiaan adalah milik bersama, ada hal lain di samping materi yang penuh arti. Kita ingin generasi setelah...

Jangan larang kami sebut "Cina"

Kini kata cina sudah ndak digunakan menurut kesepakatan lembaga Bahasa Indonesia. Kata yang sudah ratusan tahun menempel di kepala orang bumi putra. Kini sudah ditekan untuk tidak digunakan, namun di ganti dengan kata "Tiongkok". Alasannya ? Kata "Cina" mengandung makna traumatis, pengelompokan ras yang berstigma negatif, kata cina mengandung kata cemoohan, jika ada orang mengatakan "dasar Cina!", maknanya seperti penghinaan, di banding mengatakan "Dasar Tiongkok!". Kata Cina mengingatkan warga keturunan pada luka masa lalu, pembunuhan masal pada jaman kolonial, penyempitan ruang gerak pada masa orla dan orba dan terakhir dianggap sebagai kambing hitam pada masa reformasi 98. Dengan alasan ini, kata Cina mesti diganti dengan "tiongkok" yang maknanya sama. Dan ini akan mengganti banyak kata dan frasa yang sudah ada di masyarakat. Dampaknya ? Kue Cina jadi Kue tiongkok, RRC jadi RRT, lebaran cina - lebaran tiongkok,...

Polisi Dan Spakbor Belakang

  Sudah lebih dari tiga kali saya di tilang lantaran tak ada plat belakang. alasannya sederhana "malas gantinya". dan kebanyakan Polisi Tangerang yang ngebet banget nilang. demen jasa sama recean.

Jakarta semakin Aneh

    Saat tingkat pertama kuliah, dua tahun lalu, jalanan jakarta tidak seberingas sekarang. kalau telat berangkat lima menit, sampai kampus telat 10 menit, tapi sekarang, telat lima menit, bisa telat 30 menit. 3 kali lipat lebih lama. dan tidak hanya buat SIM yang bisa nembak tapi tetep ikut tes untuk "formalitas". lampu merah di jalanan jakarta juga cuma "formalitas". hajar mas..., sing penting ndak tabrakan.    Jalanan Jakarta itu aneh, sejak tingkat satu sampai sekarang, pembangunan jalan ndak pernah selesai. apalagi jalur busway, masih bagus udah di rombak, anehnya yang jelek malah dibiarin aja. penghijauan masih belum greget, lah, wong pelebaran jalan malah nebangin angsana.     Jalanan jakarta,,, 

bukan puisi

Kalau aku jadi jalanan, akan kubuat kau terpeleset setiap hari kalau aku jadi sungai baru sentuh airnya kau ku tenggelamkan kalau aku jadi matahari kubakar badanmu tapi kalau aku bukan jadi apa apa aku ingin kau menjadi apa bagiku wkwkwkwk

Anak kecil demam batu

   Apa hobi anda?, bagi sebagian besar orang indonesia pertanyaan ini terasa membingungkan. karena memang umumnya tak punya hobi. hobi kita kebanyakan sporadis, satu begini, begini semua, satu begitu, begitu semua. tanpa pusing pusing mikirin kenapa bisa begini kenapa bisa begitu.     pasti masih ingat, saat pohon aglonema menjadi primadona, penjual aglonema bermunculan di mana mana, begitu juga ikan louhan, sporadis. sekarang ini sedang gandrung batu, batu akik, batu bata, batu kali, kalimaya, kali ciliwung, safir, merah delima, dan lain sebagainya. penjualnya pun di mana mana, di trotoar, bermunculanlah pengasah batu, semua jadi kenal berbagai jenis batu, bagus. jadi kita tak mudah di tipu mengenai batu. tapi, mengapa hobi batu harus sama ?  Kembali ke jaman Batu    Kita kembali ke jaman batu, bedanya jaman batu kali ini bukan karena tak ada besi atau tembaga, tapi karena banyak sekali pegandrung batu tidak tahu kenapa sekarang  banya...

Antara Kuliah dan Bisnis

   Nyaman sekali kuliah belajar tanpa diganggu dengan kegiatan lainnya selain belajar, pulang pergi kos kampus, makan, istirahat kemudian belajar. sebaliknya saya sendiri merasa terganggu dengan kegiatan rutinitas seperti itu. belajar dari buku buku, ceramah ceramah lama kelamaan menjadi hal yang membosankan.   Sekarang saya berusaha membagi waktu untuk tidak melulu dengan buku buku dan doktrin-doktrin, tapi sesuatu yang bisa membuat kepala ini merasa seperti kepala manusia, tidak selalu sarat dengan doktrin dan makna makna serta hafalan hafalan tak karuan.   Saya membagi waktu berbisnis, hingga kegiatan menulis terabaikan hihi, kadang seharian di rumah, empat hari keluar ke sana ke mari tak karuan, nemplok di satu rumah singgah ke tongkrongan yang lain, ada sesuatu yang mesti ketemu, tapi entah apa itu. tak ada dalam buku apalagi di tempat kuliah berbangku.    nanti kalau sudah ketemu saya sempatkan tuliskan di sini.