Posts

potret kaum marginal yang makin tertinggal secara intelektual

Semalam, saat saya mengajar di kelas, tiba tiba seorang ibu masuk dengan anaknya.  anaknya saya kenal sedangkan ibu nya memiliki wajah yang kurang familiar.  Kelas saya bersebelahan dengan kelas lainnya, jika ingin masuk ke kelas yang lain itu mesti lewat kelas saya karena. Si ibu yang baru datang tiba tiba berujar, bukan pada saya tapi pada salah satu murid saya.  "Serly, kamu jangan bikin nangis anak saya lagi ya... !" Nadanya agak mengancam, saya agak terkejut dengan kata katanya.  saya bilang pada si ibu agar tidak bahas hal yang demikian di depan teman temannya, ini hanya sebuah hal sepele tambah saya.  Potret pendidikan nonformal kaum marginal Banyak orang tua ingin anaknya maju secara intelektual, tapi tak pernah saya dapati orang tua menanyakan sejauh mana hasil belajar anak pada sang guru, awalnya hanya menitipkan anak untuk diajari. Cukup itu saja, tak pernah di lihat lagi bagaimana suasa pendidikannya, suasana prasarananya dan lain lain.  Tapi sa...

Mendapat jam pelajaran Baru

Minggu lalu saya dikabarkan mendapat jam tambahan untuk materi bahasa Arab, fiuh.. tantangan seru, hanya sekali pertemuan selama satu minggu. Hihi pemaksaan. apa yang bisa dipelajari anak anak sd kelas 6 serta smp kelas 1 selama satu jam dalam seminggu? hari pertama pertemuan saya hanya bercerita dan berkenalan. Ya, karena pantang bagi saya tak tahu nama orang yang tengah belajar bersama saya. Semua harus saling mengenal satu sama lain. minggu depan kembali bertemu dengan anak anak untuk memulai pelajaran, saya mesti susun kurikulum sendiri, karena kurikulum yang saya dapat dari pemerintah tidak sesuai dengan alokasi waktu yang ada.

Tak selamanya Ramai berpasang dengan sepi

Hari makin bertambah banyak, walaupun sebetulnya cuma itu itu saja, senin ke minggu Tanggal 15 ketemu 15 dan begitu terus , Yang beda cuma tahun dan jiwa yang usang dan Tua, Gersang dan Renta, Semakin sok Tahu, Mengaku banyak makan asam dan garam. Nyatanya isi batok kepala Tak pernah lebih banyak dari setetes air di Lautan. Dan tibalah saya di Masa Semuanya mulai tampak usang, terlebih usia. Pekerjaan Saya yang sudah usang disepelekan Oleh orang-orang, Motor tua, tas Lusuh dan kacamata dengan pegangannya yang dilakban. Semuanya Usang Tapi anehnya cinta tak Pernah usang Mencari pasangannya, Mencari tambatan yang dianya dan keluarganya dapat menerima motor butut, Gaya lusuh dan terlebih isi kepala yang pas Pasan. Cinta akan terus tumbuh dan tumbuh, bersemi, mekar dan pada akhirnya  Tumbuh kembali. tak ada Vase berguguran. saya tak pernah bosan mencari dan mengemis pada pencipta, JanjiNya yang nyata Kalau Semuanya Punya pasangan membuat yang awalnya Usang menjadi baru kembali. wal...

Berkelahi

Ini malam ramadhan, sudah belasan. Kota makin ramai, terutama jalan jalan di waktu menjelang berbuka. Itu wajar dan selalu seperti itu setiap tahun, bahkan semakin padat.  Saya sedang duduk menghadapi sebuah buku di atas meja, terdengar ribut anak anak di depan kamar. Anak anak berkelahi, saya tidak merelai perkelahian, tapi saya Tarik satu anak yang memukul saya ajak ke dalam, kalau satu sudah di dalam, tentu yang lain bubar karena sudah tidak ada rival bertengkar.  Si Anak duduk di bangku, saya berbasa basi, bergumam, bertanya dan menyuruhnya pulang, ia berterima kasih. Anak kelas 5 SD itu pulang ke rumah, entah Bermain lagi atau buru buru tidur agar sahur tidak kesiangan.  Coba lihat, bahasa anak anak di sekitar Anda, halus ? Sopan terhadap teman, lembut ? Atau kasar penuh dengan kata bodoh dan tolol. Dari mana mereka dapat semua kata kata itu.  Hal sederhana yang bisa menjawab adalah lingkungan, warnet dan televisi.  Kata kata cerminan pribadi cerminan bangs...

sajak orang gila

ia korengan, menampakan sisi suram kehidupan.  banyak sekali liang dalam, menyergap setiap yang lewat.  jalanan, kau kehidupan mencuat dari kenyataan.  melindasmu setiap hari, sesekali kau kesal. menusuk ban motorku

lora dan sonia

 puisi bagi keduanya menjadi makanan sehari hari. saya katakan pada mereka :  puisi itu lebai ya?    Lebai?, alis keduanya bertemu saat saya  katakan "yups, lebai, terus apalagi kalau bukan lebai?.     Bagaimana tidak lebai, membacanya saja aneh.. saat didekladasi ada yang menangis, tersungkur, bahkan berjingkrak tak jelas.. sedikit tertawa kemudian menangis, ada juga yang membawa sapu, jubah hitam saat mendeklamasikan puisi.     Puisi itu lebai, berlebihan. hiperbola.. anarkis dalam berbahasa... sarkasme .. ironi .. sintaksisnya amburadul, semantiknya sekarep dewe.. yoo puisi itu lebai.     Tapi, puisi yang kelebaiannya berbuah indah, sarkasmenya mampu membangkitkan amarah. . . ironinya menohok halus namun mematikan, sintaksinya menjadi deretan kata yang memiliki warna tak terbatas. puisi mampu menimbulkan benci, cinta, sedih, senang.. dan padanya terselip sebuah sihir.....    lebaikah puisi ?  yang le...

selisih Rp 100,-

   Shell kini jual bensin beroktan 92  dengan harga Rp 8.600 sedangkan Pertamina Rp 8.700, kini keluar masuk pom bensin Shell kini sudah bukan jadi hal mewah.     Padahal awal buka, hanya beberapa kendaraan mewah yang biasa parkir mengisi bahan bakar di Perusahaan milik Amerika ini, kini bisa kita lihat motor mengular di beberapa SPBU Shell, menunggu giliran isi bensin. kok bisa selisih 100 dengan pertamina? padahal mereka mesti bayar ppn dan ini itu.    Bukan persaingan dan strategi mereka yang akan saya tulis. tapi pengalaman saya mengisi bahan bakar di keduanya.     Banyak petugas Pertamina yang sudah tidak cerewet lagi. padahal pernah saat gempar slogan " pasti pas " sang petugas selalu saja menyatakan "dari Nol ya pak". mungkin capek kali ya? karena makin hari antrian makin panjang. atau sekalipun ada yang bilang "dari Nol ya pak" seperti gumaman cepat tanpa melihat si customer.      Di Shell, ...