Munculnya segala perkara yang ada di kolong ini lantaran skenario Allah yang menuliskan Adam memakan buah terlarang. Jika tidak, mungkin anak cucunya sedang berleha leha berendam rendam di sungai madu, berlarian di lapangan yang luasnya tiada tara, bergelayut di pohon pohon dengan buah tak terbayangkan rasa dan bentuknya. Jika tidak, tak ada perang dunia II, tak ada sakit hati di tinggal kekasih mangkir dari janjinya, tak ada TV one pro oposisi, tak ada Metro TV projo, tak ada dan tak ada, yang ada hanyalah kenikmatan kekal abadi seperti yang Allah janjikan dalam kitabnya yang suci. Apalagi, tak akan ada penertiban warung nasi, tak ada opini opini dari kanan kiri, ndak ada itu semua, yang ada damai di surga itu sejahtera, indah sentausa, ndak merasa benar semua. Main serodok komentar, main comot obrolan, main membagikan gibah, hasut, iri, dengki, mempola opini masyarakat sampai bicara "iki sing bener piye??!!!". Ho oh, ke alpaan bapak moyang kita Nabi adam alaihis sala...