Posts

Hal fundamental untuk berinvestasi, Punya pendapatan.

  Dalam setahun ini saya membaca beberapa buku Investasi reksadana dan saham, mulai berkenalan dengan berbagai macam ide baru yang nyatanya ada dalam kehidupan ini, saya akhirnya memulai investasi saham di saat pasar mengalami bearish tahun 2020 lalu, tepatnya beberapa bulan setelah ramadan, mendownload aplikasi Ipot dan mulai mendaftarkan diri guna mendapatkan akses untuk berinvestasi saham.  untuk reksadana sendiri saya sudah memulainya jauh lebih awal dengan menyisihkan dana setiap bulannya, hingga saat ini, walaupun tidak seberapa nilainya namun saya masih belajar mendisiplikan diri untuk rutin walau nilai sisihnya bervariasi, karena pendapatan saya yang juga penuh variasi setiap minggunya.  Dan, beberapa Hari ini saya kembali berfikir, untuk mampu menyisihkan lebih besar, saya harus memiliki pendapatan yang lebih besar, dan itu adalah hal fundamental dalam berinvestasi, menggunakan pendapatan yang tersisih bukan keuangan utama, terus berinvestasi tanpa menganggu kas ...

memahami 168 jam dalam seminggu

Saya baru membaca beberapa halaman buku 168 jam nya laura vanderkam, saya tau buku ini dari akun youtube 1 persen, sulit sekali cari terjemahnya karena hanya di cetak sekali di tahun 2012, saat saya masih kuliah, saya baru baca buku ini sepuluh tahun kemudian hehe.   Dalam pendahuluan ia bercerita kebanyakan pekerja di abad 21 mengungkapkan memiliki sedikit waktu di banding manusia seabad sebelumnya, bekerja lebih lama dan waktu tidur yang sedikit, dan ini benar adanya, bercengkrama lebih sedikit dengan keluarga, sulit mendapat waktu untuk berolah raga, dan yang di salahkan adalah waktu yang sedikit tersisa dari hari hari yang begitu melelahkan.  padahal semua orang memiliki waktu yang sama 168 jam dalam seminggu, san kita akan terus memilikinya hingga akhir hayat nanti, dan fakta menyedihkannya adalah kebanyakan kita tidak faham bagaimana cara mengatur dan memanfaatkan 168 jam dalam seminggu ini.  saya masih terus membaca buku ini untuk menambah wawasan lebih mendal...

3 Hal yang mengubah saya setelah membaca deep work

Lebaran tahun ini saya ikut berlibur ke pandeglang, saat sampai di sana suasana tenang dan damai menyambut, hamparan sawah sepanjang mata memandang dengan padi yang mulai menguning, di sebelah barat rumah gunung pulosari berdiri kokoh di sisi utara terlihat jelas gunung karang yang merupakan gunung tertinggi di proponsi banten. Di pandeglang saya menyelesaikan 2 buku yang sudah lama saya ingin baca, Deep work karya calnewport dan "Money" tulisan Yuval Noah harari.  Buku deep work sendiri saya tahu dari video youtube 1 persen yang membahas tentang manajemen waktu, saya tau buku ini di tahun 2019, namun baru bisa beli versi bahasa Indonesia tahun 2021 karena baru di cetak di tahun itu. banyak sekali buku bagus yang belum diterjemahkan ke dalam bahasa indonesia hehe, mungkin karena pasar buku cetak di sini tidak sebegitu menggiutkannya seperti di negara asalnya, Amerika.   Buku deep work sendiri berisi seruan untuk meninggalkan kebiasaan buruk cara kita menghabiskan waktu da...

mulai meredup

 Semalam saya ngobrol dengan rendi, dalam obrolan ada satu hal yang menarik perhatian saya, yaitu banyak warung yang sebelumnya jaya dan mungkin menghasilkan keuntungan yang luar biasa kini menjadi redup bahkan padam.  Mulai dari warung sayuran  H tono yang luar biasa ramai menjadi sumber pokok ibu ibu mencari sayuran dan bahan lainnya, hingga ia mampu membeli sebuah lahan dan di jadikan rumah, merantau dan menyewa sebidang kontrakan, kini ia memiliki rumah sendiri, kontrakan, warung dan sebuah showroom jual beli mobil bekas, dari sebuah warung sayuran, kini warung itu sudah tidak ada lagi.  Toko kelontong kengsui yang luar biasa padat, ibu saya sendiri sering belanja di sana untuk keperluan warung kelontong kecilnya, ramai juga dan bahkan sukses makmur, kini warung itu sudah tidak ada. tidak sampai 2 generasi, tidak bertahan.  Warung Bang acang, bangkrut, warung ucok yang ramai luar biasa sekarang gulung tikar, agen besar dan cukup berpengaruh itu kini hanya ti...

AKhirnya tertipu penipuan Online

 saat menulis ini saya tengah mentertawakan diri saya, baru saja uang 1.600.000 raib saya transfer ke rekening lain, unik sekali caranya, awalnya orang ini mengaku dari koramil tangerang, minta paket harga badut, saya kirimkan semuanya, orang ini memilih salah satu paket dengan harga 1.650.000 plus paket badut mc 600,000 dengan total 2.250.000.  Setelah semua deal , dia mengirimkan screen shoot pembayaran sebesar 3.500.000, saya di minta mentransfer kelebihannya sebesar 1.100.000 ke rekening yang di kirimkan, bodohnya saya tidak mengecek mutasi masuk, malah langsung transfer, karena saya pikir acara mendadak dan biasa oknum militer sering titip untuk uang rokok, saya tunggu rincian detail pemesanan yang mesti di isi tidak juga di kirimkan, tidak lama dia kirim bukti trf lagi bilang komandan minta di isikan pulsa, dan tololnya saya percaya wkwkwk.. uang 500,000 raib lagi, ketiga kalinya saya curiga, lah ini kenapa sampai pulsa segala di trf, karena lagi lagi minta di belikan pu...

Pengamen antara menghibur atau mengemis

 Belakangan ini, semenjak efek pandemi sudah mulai longgar, kuliner jalanan berangsur ramai, beberapa orang sudah sering terlihat tanpa masker, mall di buka , anak anak di bawah 12 tahun di perbolehkan masuk. perumahan yang dulu di tutup dengan portal portal besarnya kini mulai membuka diri, jasa jasa hiburan sudah mulai kembali bergairah setelah hampir 2 tahun hibernasi.  di samping semua ini, ada satu hal yang saya sering lihat muncul di jalan.. Ondel ondel dengan toa mini memutar terus menerus musik tehyan, juga ada pengamen dengan sound sistem portable menggunakan roda di dorong maupun di tarik ke sana ke sini dengan musik musik dangdut yang super keras. pengamen-pengamen yang semakin banyak, dan kini sedang banyak berkeliaran adalah manusia silver, mereka biasanya menampilkan gaya patung di lampu merah maupun pengkolan strategis, tapi kini beringsut masuk ke kampung kampung membawa kardus untuk menampung uang.  menurut saya semua ini sah sah saja karena sebuah usaha ...

Beli ebook reader atau tidak ?

 Belakangan ini saya selalu kepikiran untuk membeli Ebook reader, alasannya sederhana : Ingin punya hal baru. setelah baca berbagai macam artikel berbahasa inggris, di luaran sana terutama di barat sering terjadi perdebatan mengenai lebih baik ana ebook atau buku konvensional, sedengan di indonesia masih berkutat dalam masalah bagaimana meningkatkan minat baca yang rendah, itu sebabnya artikel dari barat yang semangat membacanya lebih tinggi dari di sini lebih saya pertimbangkan. lagi pula membaca artikel berbahasa asing kini sangat mudah, google terjemah sudah bisa menerjemahkan kata kata yang saya tidak fahami dengan baik, kecerdasan linguistik buatannya sungguh luar biasa membantu.  dan, sampai sekarang saya masih saja mempertimbangkan apakah layak untuk punya ereader atau tidak, alasan ini lebih ke arah logis di banding emosi, saya belum perlu memiliki ebook reader karena banyak buku yang saya beli belum selesai dibaca, saya ingin semua buku yang saya beli selesai di baca ...