Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2013

Realisme

Realisme..

   hihi, realisme, menampilkan yang sesungguhnya.

 Anak jalanan, kota yang kotor, pengemis, Hal hal semacam ini sering muncul dalam lukisan beraliran realitas/menampilkan apa yang sesungguhnya. Tapi banyak lukisan yang tidak menampilkan apa yang ada dalam kehidupan nyata,  sebalikya ia menampilkan apa yang ideal (apa yang didamba).


   Bukan cuma dalam lukisan, realisme juga ada dalam kehidupan manusia, jika sedih maka menampilkan kesedihan, jika susah menampilkan kesusahan, dan seterusnya. tapi masalahnya apa kita mesti menampilkan kesulitan, kesedihan, amarah dalam kehidupan?


    Lawan realisme itu idealisme.  menampilkan apa yang ideal, walau saya sakit hati, perih, luka, apa harus menunjukannya ? tidak. tapi saya harus menampilkan apa yang ideal. jika menampilkan bahagia saat bahagia itu baik, tapi kalau amarah?

   di lain sisi Para pecundang juga tidak menunjukkan yang sebenarnya,

   lantas saya pecundang juga ya?

BBM atau Whats App ?

Ada keinginan berpindah ke Android, banyak kenyamanan yang android tawarkan ketimbang blackberry, di google play banyak aplikasi bagus yang gratis, kalau di app world kepunyaan blackberry aplikasi bagus sedikit langsung dibanderol dollar. tapi satu hal yang bikin saya masih berlama-lama di blackberry, karena ada aplikasi BBM nya.

    Tapi sekarang BBM suda ada di android dan apple. apa saya mesti loncat ke android?

    Lantas kalau sudah punya Android apa yang ingin saya lakukan ?. bahkan sampai sekarang aplikasi di bb yang selalu saya gunakan foto, sms, telepon, bbm, itu saja.

    Dulu saat pertama kali berpindah dari nokia E63 ke bb, yang saya incar adalah  BBM nya, waktu itu belum santer yang namanya whats app, we chat, kakao talk, line dan sebangsanya..., karena BBM bisa kirim kirim gambar secara instan itu bisa memudahkan saya jualan sendal :D.

    Apa harus tetap ganti jadi android ya?



foto : Bunga

Gambar
Saya senang memotret bunga, karena saya tak pandai memotret saya tak khawatir karena bunga sudah indah dari sananya :), berikut bunga yang saya potret beberapa saat setelah sampai di Hotel Dewi Asri, Singaparna Tasikmalaya.

     Sesuai namanya, hotel/penginapan ini memiliki suasana yang asri, sejuk, damai, halaman yang luas plus biaya inap yang murah, mulai dari 125.000 s.d 300.000/hari, check out pukul 1 siang, nanti kalau ada kesempatan saya mau tulis reviewnya :)..

   dan ini dia salah satu bunga yang tumbuh di halaman hotel Dewi Asri :



Kenapa Saya Mengantuk Saat Khotib Berkhutbah ?

Tadi pagi warga berduyun ke masjid, tua muda, laki perempuan, semua rapih mengisi saf saf yang kosong di dalam masjid, kebanyakan berbaju putih.

Saya sendiri masih menyisakan kantuk dikantung mata, mulut terus saja menguap, duduk menunduk, mengikuti suara takbir yang dilantunkan oleh seorang bapak yang duduk di barisan paling depan. Ngannntuuukk banget.

Tak lama berselang khotib naik, bicaranya agak tidak jelas, micnya terlalu dekat.. Sudah gitu laaama sekali....

Makin Bising. di mana tempat sunyi ?

Dahulu kita cuma mengenal piringan hitam untuk menyetel suara yang direkam, yang punya .. hanya kalangan tertentu saja. semakin modern muncul kaset dengan tape player yang lebih murah ... di susul vcd dan sekarang yang paling digandrungi suara berformat .mp3,  alih alih setiap orang bisa dengan mudah menyetel rekaman suara, musik di hp yang ia miliki.

kalau kurang bijak, semakin modern hidup makin bising. tetangga nyetel musik di hp dengan suara keras keras.. bising ... di mana lagi tempat sunyi ?