Posts

Showing posts from June, 2018

Keindahan Pandeglang, nggak ngebosenin.

Image
Pandeglang memiliki daya tarik tersendiri bagi saya, sebetulnya bukan hanya pandeglang tapi kawasan barat pulau jawa yang meliputi, lebak, serang, pandeglang, dan ujung kulon.  sudah lima kali saya keliling banten, baik touring maupun offroad pakai Kuda grandia hehe, saya menamakan offroad karena beberapa jalur seperti daerah sumur hingga darmaha taman jaya ujung kulon jalannha sungguh luar biasa jelek. saya berleliling mulai tepian pesisir utara dari anyer hingga tanjung lesung, juga tepian selatan seperti bagedur hingga sawarna, pantai utara dengan ombaknya yang kalem dan beberapa pantai berpasir putih menawarkan keindahan bak kelembutan dan keindahan. sedangkan pantai selatan yang berombak gelombang samudra hindia seperti menantang dan bergelora di tambah mistis nyi loro kidul, makin menambah suasana deburan ombak selatan yang terkenal kuat.  tidak hanya pantai, ada juga dua gunung pulosari dan karang, saya baru sempat daki pulosari yang tidak terlalu tinggi, sedang gunung karang be

Rehat di Alun alun pandeglang

Alhamdulillah, ini lebaran pertama saya bersama istri, kalau tahun kemarin masih sendiri hehe. karena menikah bertambah keluarga bertambah juga tempat yang hendak di kunjungi, kali ini saya dan istri menyempatkan ke pandeglang rumah nenek istri saya.  sesampai di pandeglang istri minta jalan kalan dulu di alun alun pandeglang, katanya selama ini belum pernah mampir padahal udah sering banget lewatin, Okay.. kita keliling dulu. yang ada di pikiran saya, alun alun itu kalau malam sepi, cuma ada lapangan luas dan beberapa kursi untuk duduk duduk, tapi saat sampai ternyata bayangan saya meleset. alun alun pandeglang seperti pasar malam. tukang jajanan bertebaran, ada penyewaan wahana rumah balon untuk anak anak, dan banyak lagi.  sayang kalah ndak makan , saya dan istri beli nasi goreng , harga lumayan mahal 15.000 jika di banding tangerang, rasanya pun seadanya. kenyang makan... lanjut jalan ke kampung halaman.  sesaat hendak pulang, saya melihat plampang bertuliskan larangan berjualan di

asal penamaan kue biji ketapang kue renyah khas betawi

Image
masih suasana lebaran selepas silaturahim ke duri kosambi cengkareng, saya dan keluarga wisata ke taman mangrove pantai indah kapuk, saat memasuki parkiran saya lihat banyak pohon ketapang, pohon yang dulu banyak di jalanan Jakarta, pohon ini punya biji yang bentuknya mirip biji ketapang, saya Baru ngeh setelah saya baca di  jakartakita.com  ternyata biji ketapang jadi inspirasi warga jakarta khususnya betawi untuk namain kue biji ketapang.  kalau lihat pohon ketapang saya inget waktu jaman SD, dulu setiap musim ikan cupang aduan, saya sering mengambil daun ketapang kering yang masih banyak tumbuh dekat rumah, daunnya kalau di rendam di air bersama ikan dipercaya dapat membuat ikan cupang makin jago dan sehat.  tidak hanya mengambil daunnya, di bawah pohon banyak berserakan buah ketapang  yang mirip kenari, sering saya pecahin tempurung untuk diambil bijinya. bijinya jadi santapan lezat buat saya dan teman teman.  nah, kembali ke masa sekarang, tadi saat duduk diparkiran mobil, saya me

membaca soekarno

belakangan saat saya ke toko buku, saya melihat tempo menerbitkan buku serial tokoh penting dalam kemerdekaan indonesia, maupun setelah kemerdekaan, ada cukup banyak nama yg menjadi bahan tulisan. saya beli soekarno, kartosoewirjo, wiji tukul, dan beberapa tokoh lainnya, buku buku ini saya beli untuk menemani ramadhan selain tadarus alquran.  saya membaca tentang soekarno, metode yg di gunakan tempo dalam tulisannya cukup menarik, karena ia menulis dari sisi lain yg jarang terekam oleh buku buku tentang soekarno lainnya. soekarno seorang pahlawan kemerdekaan, kecintaannya pada kemerdekaan yg teramat dalam, pencetus pancasila bahkan ia sendiri yg pertama melupakan sila ke 4 karena tidak sepenuhnya percaya pada prosedur demokrasi, partai di tiadakan, konstitusi di lenyapkan, dekrit presiden seumur hidup, itu juga yg menjadi salah satu cikal bakal keruntuhannya.  bagaimanapun soekarno menjadi seorang kharismatik pecinta kemerdekaan dan wanita bapak pertama pemimpin organisasi sebuah bangs

pramoedya ananta toer sang out of the box

saya pertama kali mengenal beliau saat masih duduk di bangku sma melalui majalah majalah annida yg kerap kali menyebut namanya, saya kini annida sudah tidak terbit lagi. melalui karyanya sewaktu menjadi tapol orde baru di pulau buru, saya mengenal indonesia sedikit lebih banyak.  saat para penulis lain membahas romantika cinta dan kemanusiaan, politik secara terpisah, mas Pram panggilan saya untuk beliau, membahas semua itu dalam tetralogi bumi manusianya. sebuah karya jenius untuk menggelontorkan ide ide dalam balutan sejarah yg berdasarkan fakta yg memang terjadi.  betapa rapuhnya warga karena keterbatasan ilmu pada masa kolonial belanda ia gambarkan dengan teliti dan penuh perasaan. sayang sekali saya belum pernah menjumpainya semasa ia masih hidup, sang maestro telah berpulang dan beristirahat selamanya di tanah Bogor.  sang out the box yg menelurkan karya fenomenal dalam masa sulit sebagai tahanan di pulau buru. 

mencoba membeli aplikasi di App store

saya senang menulis blog, walaupun pembacanya hanya saya seorang, bukan masalah, karena menulis merupakan kesenangan pribadi saya, jika tahun tahun di bawah 2011 saya menulis menggunakan laptop atau netbook atau pergi ke warnet, kini menulis tak perlu serepot dulu, karena bangak aplikasi yg terintegrasi dengan blogger atau wordpress yang banyak di tawarkan di goole playsore atau app store milik apple.