Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2009

JAKARTA

Gambar
kemarin langit beitu biru, angin bergerak lamban nan lembut membelai semua wajah-wajah manusia penghuni jakarta selatan, saya, nurofik, mulyadi sedang asyik duduk-duduk di teras depan kamar kontrakan sambil ngobrol ngalor ngidul, kalo elor mentok putar arah ke kidul kidul mentok puter arah ke alor. begitulah kerjaan kami saat baru pulang kuliah, di temani dengan sebungkus "sukro", sukronya abis hal yang dibicarakannya pun habis, karena sukronya hanya sebungkus kecil, maka hari itu obrolan kami pun hanya sebentar namun bermanfaat.entah dari mana kami malah membicarakan anyaman hanya karena tak sengaja melihat pohon pandan tikar, setelah ngalor ngidul ngomongin tuh pohon dari sini kami tahu ternyata mulyadi ahlinya, mulai dari bikin bilik,bakul sampai-sampai kalau kita ingin memesan baju dari anyaman bambu atau pandan misalnya , mungkin ia akan membuatnya asalkan anda menyiapkan uang yang cukup besar, karena seniman yang satu ini sedikit bokek kalo akhir-akhir bulan.langit yan…

memaknai kebahagiaan

Gambar
belajar menghargai waktu, itu yang kita sekarang hadapi, saat waktu terasa sangat terbatas namun kewajiban semakin menumpuk, menumpuk dan menumpuk,
secara perlahan kewajiban kita lebih banyak dari waktu yang kita miliki,
ingatkah kalian wajah-anak kecil itu , begitu riang seakan tak ada waktu di kehidupannya, namun kebahagiaan membuat kita lupa dengan waktu, mari bersama sisihkan sedikit kebahagiaan untuk menghargai waktu,
waktu yang kita miliki merupakan kebahagiaan tersendiri, menghargainya merupakan upaya untuk membahagiakan diri kita sendiri,
jika waktu telah bahagia maka ia tak akan pernah lupa kepada yang membahagiakannya.
bahagia adalah sebagian dari kehidupan kita..
tak selamanya kita akan sengasara..
tak selamanya
tuhan tau tapi menunggu..di suatu tempat hidup seorang ibu yang mempunyai dua orang anak, seorang penjual es keliling dan seorang lagi penjual payung, saat musim hujan si ibu sedih karena anaknya yang menjual es mengeluh akan dagangannya yang tak laku, saat musim panas si …

PENDIDIKAN KITA

Gambar
baru saja saya membaca sebuah koran nasional tentang sekolah gratis, di dalamnya terdapat sebuah cerita bergambar tentang dua orang pemuda-pemudi yang masih bersekolah tingkat pertama sebuat saja andi dan anna, ceritanya sangat sederhana :

mereka berduasedang berjalan bersama,
anna minta dibelikan coklat,
andi pun berkata "wah lagi nggak ada uang nih" sambil membuka dompetnya.
tanpa sengaja anna melihat isi dompet yang sedang dibuka yang ternyata ada uangnya.
" itu apa?" tanya anna sambil menunjuk isi dompet.
" ini untuk bayar SPP" jawab andi
"sekarangkan sekolah sudah gratis" ** tukas anna yang ngebet banget minta dibeliin coklat .."bener kata iklan AXE cewek ngebet sama yang namanya chocolate".
" anna aku bersekolah dengan taraf internasional " jawab andi lembut, tidak mampu membeli cokelat akhirnya andi hanya membeli gulali.

dalam bangetkan!..., mengapa harus ada kata-kata" aku bersekolah dengan taraf internasional ",…

Apa tanahmu seperti ini!

Gambar
teman taukah kalian apa sedang terjadi di daratan tempat ku berpijak, melihat, mendengar, merasa,.. sekarang, detik ini mereka semua menebang pohon-pohon di tebing itu, tebing tempatku menghabiskan seperempat hari, tanpa berpikir apa yang akan terjadi selanjutnya, mereka menebang dan terus menebang, sawah-sawah dan kolam dengan ikan-ikan emasnya yang mungil menyaksikan dengan kebisuan mereka, tanpa mampu melakukansesuatu yang dapat mereka lakukan,
langit teduh sebentar lagi akan meneteskan keresahannya terhadap para penebang itu, orang kampung lainnya terdiam membisu menyaksikan tebing tempat mereka berteriak jika salah seorang mereka berhasil mendapatkan sarang lebah dengan madunya yang begitu menggiurkan, sudah terlambat..... desingan gerjaji mesin memekakan telinga, buldoser-buldoser dengan seenak hati mereka meratakan tanah leluhur kami tempat mereka mencari suluh, tempat saya dan teman-teman mengumpulkan biji karet untuk di adu kekuatannya,
burung-burung mengutuki para penebang itu…