Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2012

Mei kenanglah Aku

    Bulan Mei,     Selamat tinggal untuk selamanya,     Kau yang akan terus mengingatanku pada dua orang,     Tak ada yang lebih aneh dari peristiwa yang kau kenang.
Walau gumpalan awan Keinginanku telah tertiup bersih angin kerinduan, hilang dan terus menghilang, membening tak berbekas. keinginan itu hilang, Tak ada hal yang lebih dirindu dari Mu wahai Mei.

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Gambar
Pengalaman nganterin temen beli tas di pasar senen gak nyuaman buanget, pedagangnya sangar-sangar, ya walau nggak semuanya sih, tapi memang rata-rata pedagang di sini suka mengintimidasi pembeli, jadinya kasian yang nggak pinter pinter nawar bisa beli barang yang mestinya murah jadi mahal berlipat lipat.

    penggalan ceritanya kayak gini, saat teman ku bertanya ke tukang sepatu yang lokasinya nggak jauh dari jembatan yang menghubungkan pasar senen dan plaza atrium senen Jakarta Pusat, temanku ingin beli tas seukuran koper atau koper kali ya? iya dah koper aja, jadi temanku ceritanya mau beli koper..... sampailah pada pedagang yang di maksud, ia menjual berbagai jenis koper dan tas gemblok, jinjing, tentang, dorong, tarik, tapi sayang si pedagang nggak ngejual tas panggul, mungkin belom mode kali ya.

    " Bang, koper yang ini harganya berapaan?" tanya temanku dengan nadanya yang khas sumatra.

" oh yang itu satu juta..". jawab si pedagang, jawabannya lurus lur…

Duduk di Atas Batu Nisan

Setiap Aku berjalan di keramaian, entah mengapa manusia-manusia itu begitu sibuk memperhatikanku, seakan mereka menaruh simpati, simpati pada apa aku tak tahu, yang penting kini aku hidup nyaman, bebas tanpa beban, tanpa apapun itu yang dahulu saat kubelum sebebas saat ini membuatku pusing, kini aku merasa menjadi diriku sendiri, tanpa ingin di ganggu dan mengganggu, bukankah itu tujuan kehidupan masa kini.
    Aku berusaha menelelanjangi diriku sebisanya, cinta membuatku terlalu rindu akan syahwat, padahal setelah kutahu nyatanya cinta dan ahwat itu berbeda, syahwat hanyalah setitik zarah dalam cinta, ah pusing pusing...!, ya syahwat yang dahulu pula menutupi diriku dengan pakaian milikku, kini kulepas pakaian itu, hartaku ku lempar, karena Aku tahu cinta itu bukan syahwat, cinta adalah ketelanjangan. telanjang dari segala-galanya, namun syahwat hanya bisa menggerakkan sebagian menggerakkan jasmaniku, syahwat hanya mampu membangunkan yang awalnya lunglai terkulai, menggerakkan y…

Aku Pasrah

Saat Semuanya semakin ramai,
    Aku merasa kesepian begitu dekat,
    Aku merasa sepi dalam sunyi jiwaku,
    Saat semuanya pergi ke tempat-tempat,
    Aku masih sendiri di sini,
    Di hatiku, terperosok ke dalam tempat-tempat hitam, gelap jiwa,

Kau yang tentukan segalanya,
Tentukanlah keramaian dan tempat untukku.

simpul senyum

Mimpi dalam tidur membawa keindahan tersendiri, terlebih semalam,
seperti nyata , sebuah mimpi yang beralur maju, tak melompat-lompat,
mimpi yang menyentuh, mimpi yang memperlihatkan kehidupan di dalamnya.
Mimpi yang indah,
Ia ada dalam mimpiku,
Aku masih belum percaya kalau itu mimpi,
Saat tersadar, Senyuman masih melekat di atas daguku = sebuah mimpi ...

Badai Rindu dan Nafsu

Ah kau penarik hati,  Pemecah hening,  Pembuncah kerinduan,  Penaik syahwat,
     Kau yang memberiku jalan harapan kosong      Harapan akan angan-angan Indah berujung gelisah..
Mengapa kau ungkapkan segalanya di waktu saatku butuh ungkapanmu,  Mengapa saat kau menggenggamnya kau malah juga ingin menggenggamku  Menjadikan hatiku terombang ambing dalam badai rindu dan nafsu.   

Masih adakah Musim tersisa?

Gambar
Minggu pagi sepupu kecilku dari bumi parahyangan sana mengirim sebuah pesan singkat
" a  nuju aont ?""kak sedang apa?" tanyanya dalam bahasa sunda " nuju di bumi, kumaha kabar kaluargi di ciamis?" "lagi di rumah aja, gimana kabar keluarga di sana?" tanyaku yang juga dalam sunda " sae a, mun nu di Tangerang kumaha kabarna?" "baik, kalau keluarga di Tangerang gimana kabarnya?". " alhamdulilah sawangsulna" kemudian lanjutku " Ari di dinya nuju usum naon?" "kalau di sana sedang musim apa?" " nj usum ngala pare, ri didinya nj usum naon?""musim panen kak, kalau di sana?" ia balik menanyakan musim.
      Aku berhenti sejenak, ia menanyakan tengah musim apa di kotaku tinggal, musim apa di sini? aku merasa sudah tak ada lagi musim di kotaku, maksudnya musim panen padi atau musim buah atau musim lainnya, di sini sudah tak ada lagi pepohonan, di sini sudah sangat sedikit sawah, tak banyak…

Saat Sempit Menghimpit Hati

Gambar
Bolehkah aku mengeluh ? Keluhan yang mestinya tak kukeluhkan pada MU.
Hari ini Hidup sempit menghimpit hati Aku akan bertemu, pertemuan yang kau murkai Namun asa jumpa hari ini menguap Hatiku pengap... Aku mengeluh, mengapa? Yang Kau seratkan  kadang berbeda dengan yang kuharapkan Yang Kau inginkan berlainan dengan yang kurindukan. Yang Kau ridhoi kadang yang kubenci Yang Kau Benci kadang yang kusenangi.
Oh hari, punyakah kau rencana lain untukku hari ini ? Oh Kau pembuat hari. beri aku sekeping keindahan Oh Kau pemilik indah, beri aku ketabahan Oh Kau, sang pemilik cinta, pengabul asa.
Bolehkah kumengeluh Keluhan yang di dalamnya tak patut kukeluhkan pada MU.
Jaksel 26/5/12

Terima kasih Guruku

kalau guru nggak ada maka saya nggak ada

kalau guru nggak mau ngajar saya sering merasa gembira
kalau guru sedang menerangkan saya sering tidur
kalau guru nanyain PR saya gelagapan
kalau guru bertanya apakah sudah faham, saya malah diam, saking tak fahamnya apa yang akan di tanyakan.

terima kasih guru guru ku, baik di kelas, di jalan, di trotoar, di masjid, di museum, di kostan, di rumah, di manapun mereka berada,

terima kasih guru ku karena mu aku ada, karena mu aku hidup, karena mu aku tahu apa arti dari sebuah arti
terima kasih pak Rahmat yang sudah rela mengguyur saya dengan air seember gara gara berantem.
saya kapok pak berantem di kelas lagi.
terima kasih pak sukrim yang sudah rela mencubit pipi saya lantaran ngetuk pindtu terlalu kencang.
terima kasih pak Munar yang memberikan saya kesempatan tidak masuk kelas, lantaran belum ngerjain PR
maaf pak, PRnya jangan terlalu susah.
terima kasih Bu rahmi, yang mau minjemin laptop tapi nggak jadi, padahal waktu itu saya sampai mimpi …

Ujian Akhir Semester (UAS) yang Beda...!

Selama belajar di Indonesia baru sekarang ini saya merasakan hal yang berbeda saat ujian, kita semua tahu sama tahu, mencontek menjadi hal yang begitu dekat dengan keseharian sebagian pelajar, tapi ujian yang  saya alami  kali ini tidak seperti yang saya alami di jenjang jenjang pendidikan yang telah kulalui.


    Lima belas menit sebelum ujian Akhir Semester dimulai semua mahasiswa wajib sudah duduk manis di bangku yang telah disediakan, satu kelas terdiri dari dua pengawas. yang ingin buang air kecil atau besar masih ada waktu 15 menit, karena kalau bel masuk sudah berbunyi, sangat sulit melobi pengawas supaya bisa sekedar ke kamar kecil barang 1 menit pun.


     Bel berbunyi, lembar pertanyaan dibagikan, waktu untuk menyelesaikan jawaban selama 2 jam, selang beberapa detik buku untuk menulis jawaban dibagikan, ya buku bukan sekedar selembar kertas kosong, buku ini terdiri dari 12 halaman, berarti setiap mahasiswa memiliki waktu sepuluh menit untuk menulis sebanyak satu halaman, per…

Simpul haram

Allah, ada saat saat haram begitu dekat denganku...

Allah, apakah salahku kalau hubungan antar agama mengikatku dalam satu ikatan...

Maaf bukan ikatan yang seperti mereka maksudkan...

Ikatan ini kadang membuat simpul simpul keharaman, aku takut.

Tapi ikatan ini berbeda, ikatan ini memaksaku masuk dalam lingkaran mereka...

Apakah berdosa aku?
maafkan aku.

Vespa Mogok

Siapa yang punya Vespa pasti punya seribu cerita, Yup, seperti juga yang gw alami dengan si bohay (nama Vespa kakak). salah satu cerita dari yang seribu adalah cerita tentang mogok.

    Badan vespa yang gemuk berisi besi membuat motor jadul yang satu ini terasa berat, suatu malam saat pulang touring dari ciamis, ada tanda-tanda mogoknya vespa, mesin mulai ndut-ndutan, jalan menanjak dan terus menerus menanjak, sedang sepanjang jalan tak ada penerangan sama sekali, lampu depan vespa mendapat asupan listrik bukan dari aki tapi dari spull, jadi terasalah jalan gelap di terangi lampu yang redup, dan parahnya lagi jalan menanjak itu sepi kendaraan, jauh dari tempat ramai, kanan kiri hutan,
 cepe deh.

Jongkok di Toilet Duduk

Sebenarnya aku merasa tak nyaman menuliskan hal ini, karena berkaitan dengan hal yang tabu dan jorok menurut kebanyakan orang normal.  namun tak apalah, sekedar melepas kejadian tadi pagi.

Jakarta pagi ini cerah, sedangkan di jalanan sana sedang terjadi perebutan kekuasaan antara mobil dan motor, mereka berebut celah di tengah kemacetan, hasilnya tetap saja macet.
      (06.45 pagi) Di dalam kelas, Desiran lembut angin dari pendingin udara begitu terasa, Kaca jendela masih sedikit berembun, Jakarta Selatan memang berbeda dari Jakarta lainnya, di sini masih rindang dengan pepohonan, kabut pun masih kerap turun.        Aku tengah duduk di dalam kelas menunggu bel Jam pertama, lantas temanku bertanya :
"ra, loe pernah buang air di toilet samping kelas ngga?" tanyanya membuka percakapan..
       pertanyaan aneh , Pikirku.       "ya pernah lah, emang kenapa gitu? loe jongkok ya?" selorohku membalik pertanyaan.        bukan apa-apa, setahu saya banyak yang buang …

Cerita Jorok (18+)

Gambar
Peraturan kementrian, Klik dahulu sebelum membaca !!!


__________________________________ 
      Suasana kelas yang riuh rendah membuat mata ini sayup sayup dan semakin berat, "hoaaahhh" mulutku terbuka lebar yang langsung kususul menutupnya dengan telapak tangan kiri. suara dosen bagai musik padang pasir yang kian lama makin merdu saja, entah apa yang sedang beliau jelaskan, Aku lebih menikmati tinggi rendah suaranya, sedang entah apa yang sedang dibicarakan, angin halus dari pendingin udara dalam kelas menjadi hempasan lembut angin padang pasir, haduuuh mata ini semakin berat saja. namun ada hal yang membuat diri ini tak jatuh dalam kondisi Alfa (sedikit mengantuk) atau bahkan Teta (tidur pulas), hal itu adalah hidungku yang sedang flu, serta tenggorokan yang gatal ingin batuk, kalau batuk kering tak terlalu repot, tapi batuk kali ini batuk berdahak, ditambah cairan dalam hidung yang terserang flu begitu mengganggu suasana wajah ini, bayangkan saja, cairan itu bagai air yan…

Kabut Yang Kurindu

Pagi tadi ada hal yang berbeda dari setiap pagi selama tiga bulan ke belakang.

Saat melintas di keremangan pagi hari jalan Daan Mogot, seutas jalan yang menghubungkan kota Tangerang dan Jakarta, tidak seperti biasa, pagi ini di atas jalan itu melayang kabut tipis, halus, dan lembut memenuhi sepanjang jalan, dan menjadi lebih tebal di atas bantaran saluran mookervart yang terbaring mengikuti alur jalan, saluran yang masih rindang dengan pepohonan.

Pada awalnya Saya kira itu asap, karena jarang sekali turun kabut di kota sangego (pintu air sepuluh) ini, kota yang kini semarak dengan bising industri sebab bekerjanya pabrik sepanjang tahun. Oh ternyata Terkaku meleset, itu kabut bukan asap, saat kuhirup dalam dalam, harum uap air memenuhi rongga hidung, sejuk sekali, kabut yang belum tercampur asap buangan kendaraan.

Saat melaju di atas jalan ini terpaan angin dan kabut menjadi satu, begitu sejuk yang dengan lembut mengetuk pintu rinduku padanya

kabut kau selalu kurindu.

Aku Ingin Jatuh Cinta Lagi

Linu hati, linu hati, linu hati ini. Aku ingin cinta itu datang lagi,  Untuk kedua kalinya,  Gagal di kali pertama Masih ada kali kedua Aku ingin cinta mengobati linu ini. Aku rindu cinta.

SKS - Sistem kebut Semalam - dan Metode Peta Pikiran

Gambar
Ujian dengan materi yang terkumpul dalam satu buku setebal batu bata, untuk mempelajari semua itu dalam satu malam rasanya sungguh ter-la-lu, atau dengan bahasa lain sistem kebut semalam rasanya tak cocok diterapkan untuk ujian dengan materi sebanyak itu, terlalu banyak yang mesti dihafal dan dipahami, jangankan sistem kebut semalam, belajar dua hari dua malam pun belum tentu bisa menyelesaikan buku yang bisa buat bantal itu. Tapi tetap saja diri ini masih saja berkubang liang dengan sistem kebut-kebutan seperti itu.
     Dampak negatif dari cara seperti cukup terasa, kepala pening, hidup terasa sempit, terlalu dikejar rasa takut mendapat nilai buruk, pada akhirnya nafsu makan berkurang, mata lelah, badan lemas, diare, dan yang terparah adalah membolos beberapa pelajaran sebelum ujian, karena ujian dilaksakan di jam ke-3, alasannya sederhana, masih ada waktu untuk belajar, membolos pun menjadi sebuah pembenaran karena nanti akan ujian, tapi tetap saja banyak yang gugup saat ujian…

Selamat hari Pendidikan Nasional, semoga Guru semakin sayang pada muridya

Selamat hari pendidikan nasional, semoga para guru semakin saja sayang pada murid-muridnya, memahami diversitas setiap muridnya dengan baik, tak mudah marah dan pastinya tak senang memukul. mengapa guru? karena gurulah yang menemani hari hari kita selama sembilan tahun masa wajib belajar ditambah 3 tahun bagi yang ingin meneruskan, Gurulah yang membuat kita semangat atau tidaknya belajar, guru juga yang membuat kita bisa menjadi sekarang ini, mampu menulis dan membaca, terima kasih guruku, Negeri ini tak akan ada tanpamu. 
   Lebih lanjut, guru juga yang pernah membuat saya begitu berat melangkahkan kaki menuju sekolah, alasannya karena ada guru killer hari ini, tegang sekali jika pelajaran beliau, duduk mesti rapih, tangan di atas meja, mata menatap beliau, dagu tak boleh turun, oh hari menjadi begitu berat, ditambah hafalan-hafalan yang bikin mumet kepala, tak hafal maka muka ini dipajang di depan kelas sebagai orang yang "gagal dalam menghafal", Aku tahu sebenarnya engk…

Selamat Hari Buruh

Gambar
Selamat hari Buruh Internasional, Semoga suara hari ini di bunderan HI dan tempat lainnya membuahkan hasil, mensejahterakan rakyat, membahagiakan Buruh, Semoga saja Kita tak terus menjadi objek kampanye, karena sedari dahulu kepercayaan tak pernah ada dalam diri kita pada mereka, mulut-mulut basah akan janji kini kering, lupa pada kita yang memilih mereka.
Semoga saja buruh, baik tetap, harian maupun borongan akan lebih sering tersenyum lebar tanpa harus menuntut dan berteriak meminta kenaikan gaji, dan pada akhirnya merasa senang bekerja di negara sendiri, tanah sendiri, air sendiri. Semoga saja para peserta magang benar-benar dilatih bukan untuk diperas demi mendapat tenaga kerja murah meriah, semoga saja upah minimum perjam buruh Indonesia bisa lebih dari Philipina dan Thailand, syukur-syukur kalau bisa mengalahkan Malaysia.

      Merujuk ke situs Akatiga yang merupakan sebuah lembaga yang berorientasi  pada penelitian perburuhan di Indoneisa, semoga saja buruh outsour…