Jongkok di Toilet Duduk

      Sebenarnya aku merasa tak nyaman menuliskan hal ini, karena berkaitan dengan hal yang tabu dan jorok menurut kebanyakan orang normal.  namun tak apalah, sekedar melepas kejadian tadi pagi.


      Jakarta pagi ini cerah, sedangkan di jalanan sana sedang terjadi perebutan kekuasaan antara mobil dan motor, mereka berebut celah di tengah kemacetan, hasilnya tetap saja macet.
 
      (06.45 pagi) Di dalam kelas, Desiran lembut angin dari pendingin udara begitu terasa, Kaca jendela masih sedikit berembun, Jakarta Selatan memang berbeda dari Jakarta lainnya, di sini masih rindang dengan pepohonan, kabut pun masih kerap turun.    
      
   Aku tengah duduk di dalam kelas menunggu bel Jam pertama, lantas temanku bertanya :

"ra, loe pernah buang air di toilet samping kelas ngga?" tanyanya membuka percakapan..

       pertanyaan aneh , Pikirku.
      "ya pernah lah, emang kenapa gitu? loe jongkok ya?" selorohku membalik pertanyaan.
       bukan apa-apa, setahu saya banyak yang buang air besar dengan jongkok di toilet duduk, mungkin tak biasa dan tak pernah dibiasakan. 

"bukan gitu ra, sini gue bilangin..." jawab temanku, lalu lanjutnya..
"loe tau kan, itu toilet modernnya minta ampun, sampe-sampe ga ada ember air yang biasanya ada di toilet jongkok". 

          "terus maksudnya opo toh mas?" tanyaku yang mulai penasaran

" terus toilet itu sepi kan?" tanyanya 

           " semua orang juga tau kalau itu toilet sepi alias sunyi, bersih, dan yang pasti nyaman banget..." jawabku menambahi

" itu dia masalanya" ujar temanku  

           " kok masalah sih?" 

" terus loe tau kan kalau tuh toilet berjajar kayak kontrakan Jakarta?"

           " iya"

" dan loe tau kan kalau toilet itu sepi?"

           " he-euh gue tau gak usah diulang-ulang sih nanyanya" gemas aku mendengar pertanyaannya yang diulang-ulang.
" nah sepi dan tidak ada ember dan keran air yang bikin gue gak nyaman nongkrong di situ?"

           " loe nongkrong?" 

" ih dengerin dulu, maksud gue buang air di situ"

            " lalu?" aku mulai mendesak

" Nggak nyamannya lagi, karena sepi setiap jatuhnya isi perut ke dalam air bisa kedengaran sampe toilet sebelahnya..." jawabnya jujur

            " hihihihi, betul-betul, nikmatin aja sih, anggap aja musik, lagian itu kan suara kehidupan..." jawabku

" ndasmu...!, Gue risih boker di situ."

            " terus nggak ada ember dan keran air maksudnya apa?"

" kalau ada ember dan keran air, kita bisa nyalain keran airnya, suara air yang jatuh ke ember menyamarkan suara feses yang nyemplung ke air.." tambahnya dengan suara pelan

            " hehehehe, ,,, betul banget, bahkan kalo boleh gue bilang, belum lama waktu gue nunggu di depan toilet, gue denger suara kayak rentetan peluru, ketauan deh kalau yang di dalam lagi mencrong...." hihihi

   Dosen datang, suasana kelas yang riuh mendadak sunyi senyap.

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang