Pos

Menampilkan postingan dari Juni, 2016

Dasar Cina !

Menebar Kebencian Biar ndak salah faham dibaca sampai tuntas. 

Satu alasan saya menulis tulisan ringkas ini lantaran membaca sebuah tag di fb yang mengacu sebuah link website berisi tulisan yang bernada diskriminasi (pembedaan perlakuan thd sesama warga negara ) dalam hal ini ras keturunan Tionghoa. 
Dalam tulisannya mengutarakan lemahnya peran pemerintah dalam mendukung pribumi mengelola ekonomi di negeri sendiri, alih alih perekonomian kita dikuasai oleh sebagian besar warga negara keturunan Tionghoa, dalam banyak hal, makro maupun mikro.
Berdasarkan pengalaman saya, saat bekerja di restoran mewah hampir 90% penikmatnya merupakan saudara kita berkulit bersih dengan wajah khas oriental, sedang para pekerja kebanyakan berkulit seperti saya agak matang seperti sawo. Juga halnya saat saya berbelanja ke pasar asemka, berapa banyak pribumi (yang saya maksud adalah kaum mayoritas asli turunan tulen Indonesia)  memiliki Toko berjualan kelontong? se titik. 
Bagaimana Pabrik-pabrik besar di Tange…

Ada di kolong Langit

Munculnya segala perkara yang ada di kolong ini lantaran skenario Allah yang menuliskan Adam memakan buah terlarang. 
Jika tidak,  mungkin anak cucunya sedang berleha leha berendam rendam di sungai madu, berlarian di lapangan yang luasnya tiada tara, bergelayut di pohon pohon dengan buah tak terbayangkan rasa dan bentuknya.
Jika tidak, tak ada perang dunia II, tak ada sakit hati di tinggal kekasih mangkir dari janjinya, tak ada TV one pro oposisi, tak ada Metro TV projo, tak ada dan tak ada, yang ada hanyalah kenikmatan kekal abadi seperti yang Allah janjikan dalam kitabnya yang suci.
Apalagi, tak akan ada penertiban warung nasi, tak ada opini opini dari kanan kiri, ndak ada itu semua, yang ada damai di surga itu sejahtera, indah sentausa, ndak merasa benar semua. Main serodok komentar, main comot obrolan, main membagikan gibah, hasut, iri, dengki, mempola opini masyarakat sampai bicara "iki sing bener piye??!!!". 
Ho oh, ke alpaan bapak moyang kita Nabi adam alaihis salam, lant…

Merawat semangat

Ada masa saat semua yang kita perjuangkan, harapkan dan rasakan dalam kehidupan dunia ini menjadi biasa biasa saja, ada di mana saat ibadah menjadi hal yang kering tak memiliki arti, sebatas pelafalan pelafalan doa dalam lain bahasa, bisa jadi tak mengerti apa maksudnya.

langkah langkah yang menyebabkan cinta dunia berlebihan, selalu mendongak ke atas melihat orang orang dengan banyak materi memiliki keindahan, benar. semakin kau kejar dunia semakin kering hidup punya makna.

isi adalah kosong, sedangkan kekosongan menyebabkan segalanya memiliki isi.