Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2011

Mobil ini Mesin Tetas Raksasa

Di luar hujan lebat, tapi di dalam mobil bus tiga perempat ini sebaliknya, udara semakin panas, bulir-bulir keringat para penumpang yang duduk dan juga berdiri berhimpitan semakin deras bercucuran, kipas angin kecil di dekat supir pun bukan memberi kesejukan tapi malah memberi kehangatan.

        Hujan semakin deras, sesekali kernek mengusap spion dan kaca depan mobil yang mulai mengembun, penumpang semakin kegerahan, sudah  tiga puluh menit berlalu tapi mobil bus tiga perempat ini tak juga bergerak,  panas dari tubuh penumpang yang kegerahan dan juga dari mesin mobil yang menderu kasar membuat angkutan rakyat jakarta ini seperti mesin tetas telur raksasa, semakin lama semakin hangat.

       Kemacetan yang menjebak mobil ini menjadi pelengkap bumbu perjalanan para penumpang, melalui kaca jendela mobil yang bergetar karena deru mesin, di luar tampak  beberapa motor mogok karena tergenang air, beberapa mobil mewah yang banyak jumlahnya mengklakson tak sabar, jal…

Membuat Pak Polisi Gemar Tersenyum.

Aku geram saat para pengendara motor itu merampas hakku untuk menyebrang jalan, kalau saja tak berbahaya pasti, sudah kutarik jaket mereka untuk segera berhenti.

     Panas jakarta siang hari belum lagi asap-asap keluaran mobil dan motor kadang membuat otak semakin encer untuk berfikir, yang akhirnya meleleh keluar dari telinga, hidung, mata, tapi syukurlah semua itu tak terjadi padaku.

     Aku berdiri sendiri di pinggir zebra cross, sebuah tanda yang sudah aku tahu sejak SD kalau garis-garis putih yang memotong jalan itu adalah tempat untuk menyebrang.

     Berat sekali jadi orang Indonesia, lirihku dalam hati, berat sekali untuk bisa mempraktekan pelajaran kewarganeraan yang salah satunya mengajarkan untuk menyebrang di zebra cross atau lewat jembatan penyebrangan, namun yang terjadi menyebrang bisa dimanapun dan kapanpun, tanpa harus menunggu lampu merah bergantia hijau, atau tanpa harus repot-repot mencari garis-garis putih yang memotong jalan.

" woy ... masih merah …