Mobil ini Mesin Tetas Raksasa


         Di luar hujan lebat, tapi di dalam mobil bus tiga perempat ini sebaliknya, udara semakin panas, bulir-bulir keringat para penumpang yang duduk dan juga berdiri berhimpitan semakin deras bercucuran, kipas angin kecil di dekat supir pun bukan memberi kesejukan tapi malah memberi kehangatan.

        Hujan semakin deras, sesekali kernek mengusap spion dan kaca depan mobil yang mulai mengembun, penumpang semakin kegerahan, sudah  tiga puluh menit berlalu tapi mobil bus tiga perempat ini tak juga bergerak,  panas dari tubuh penumpang yang kegerahan dan juga dari mesin mobil yang menderu kasar membuat angkutan rakyat jakarta ini seperti mesin tetas telur raksasa, semakin lama semakin hangat.

       Kemacetan yang menjebak mobil ini menjadi pelengkap bumbu perjalanan para penumpang, melalui kaca jendela mobil yang bergetar karena deru mesin, di luar tampak  beberapa motor mogok karena tergenang air, beberapa mobil mewah yang banyak jumlahnya mengklakson tak sabar, jalanan macet total, hujan semakin deras, genangan air meninggi, langit semakin gelap menutupi matahari dan lembayung sore.

      Para penumpang terlihat pasrah pada keadaan, sayup-sayup angin panas dalam mobil mulai menebarkan aroma ketiak para penumpang.

                       jaksel, 2010

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang