Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2012

Jngn tinggl di jkrt

Susah buat hidup sehat di jakarta, polusinya nggak nahaan.

     Saat pagi berangkat kuliah, bukan Oksigen yang banyak-banyak terhirup, tapi gas buang dari berbagai macam kendaraan, terutama bus-bus berplat kuning, Kopaja, Metro mini, Mayasari, saat terpaksa berhenti dilampu merah, kebetulan Bus-bus ini berhenti di depan motor saya, saat lampu kuning berganti hijau dan bus mulai bergerak asap hitam keluar dengan ganasnya dari knalpot bus itu, jalanan menjadi hitam pekat. udara kotor terhirup dan masuk ke dalam paru-paru.

    Bahkan menurut metro TV jakarta mendapat gelar kota polusi, dan saya mengacungkan tiga jempol tanda setuju, kotor banget. Uji Emisi cuma jadi bualan semata, bahkan hangat-hangat tahi ayam, buktinya kalau uji emisi dilakukan dengan serius, mungkin tak ada asap hitam pekat mengepul dari knalpot bus.

Selamat Hari Pahlawan

Selamat Hari Pahlawan.

Pekik takbir kini tak lagi terdengar, seperti takbir yang selalu bung Tomo koarkan.
Kita telah merdeka, kita merdeka, merdeka!

Terima kasih para Pahlawan,
Negeri ini dibangun melalui darah-darahmu.
juga darah-darah penghianat, juga Darah-darah Tinghoa yang dikhianati
juga darah-darah orang-orang yang teradu domba demi kekuasaan.

Terima kasih para pahlawan,
walau pun ku tak tahu tujuanmu membangun negeri.
Entah untuk anak cucumu atau untuk dirimu sendiri.

Pahlawanku, orang yang selalu memberiku arti hidup
Pahlawanku, orang yang selalu ada dalam suka dukaku
Pahlawanku, orang yang telah melahirkan ku.
Pahlawanku, orang yang tak meminta pungutan liar saat ku  kekurangan uang membuat SIM
pahlawanku adalah guruku, sahabatku, orang yang membenci ku.

Dan pahlawanku adalah ibuku
Ibuku

Saat ku kesulitan, sahabat menjauh, kerabat menjauh.
Tapi ibuku yang selalu dekat denganku.

Ibu, selamat ulang tahun,
tanggal lahirmu bertepatan dengan tanggal bung Tomo memekikan takb…

Muhrim atau Mahram

Muhrim atau Mahram

" Ih bukan muhrim, nggak boleh pegangan tangan!"

Sering dengar kan kalimat di atas? kalau kita bukan muhrim nggak boleh ini itu, terus apa benar kalau kita bukan muhrim nggak boleh pegangan tangan? ya bolehlah.

Berbahasa bukan berarti tidak berpikir, justru bahasa lahir karena Allah mengaruniakan pikiran pada manusia, kosa kata lahir dari pikiran manusia :).

   Kita boleh berpegangan tangan walau pun bukan muhrim, karena muhrim itu bukan mahram, muhrim adalah orang yang sedang ihram dalam ibadah haji, nah orang yang tak sedang beribadah haji atau umrah itu boleh berpegangan tangan asalkan dengan mahramnya, sedangkan mahram adalah orang memiliki garis keluarga dekat atau sebab lainnya (mahram sudah ditentukan dalam Islam).

   Kita sering keliru menggunakan kedua kata ini, atau bahkan kita hanya mengenal kata muhrim.
secara bahasa muhrim dan mahram itu berbeda seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya. tapi seringkali kita keliru menggunakan kata ini,

   …

Sandal Jepit pun masih dicuri

Bisa ngga sih kita merasa nyaman tinggal di Indonesia? merasa aman, tak khawatir dengan barang bawaan, tak khawatir akan hilangnya harta. walaupun ada daerah-daerah yang terkenal aman dari pencurian, seperti Bali, tetap saja kebanyakan tempat tidak seperti itu.

   Seringkali kita merasa khawatir saat memarkir sepeda motor, apakah sudah sepenuhnya terkunci dengan benar . menaruh helm. memarkir mobil, memarkir sepeda roda dua, hingga menaruh sendal dan sepatu di rumah ibadah saat kita hendak beribadah. rasa khawatir memang manusiawi. tapi apakah kita mesti selalu waspada? merasa selalu diikuti, merasa ada orang lain yang siap mencuri milik kita. kalau kita sebagai pribumi tak nyaman di bumi sendiri, bagaimana dengan tamu yang datang ke sini, ke Negara kita.

   Sebagai contoh kecil, Lahan parkir mini market kebanyakan dikuasai para pemarkir, mereka menjaga kendaraan kita dari kehilangan. dan untuk lahan yang tak memiliki tukang parkir biasanya ada spanduk atau pengumuman bertuliskan …