Muhrim atau Mahram

Muhrim atau Mahram

" Ih bukan muhrim, nggak boleh pegangan tangan!"

Sering dengar kan kalimat di atas? kalau kita bukan muhrim nggak boleh ini itu, terus apa benar kalau kita bukan muhrim nggak boleh pegangan tangan? ya bolehlah.

Berbahasa bukan berarti tidak berpikir, justru bahasa lahir karena Allah mengaruniakan pikiran pada manusia, kosa kata lahir dari pikiran manusia :).

   Kita boleh berpegangan tangan walau pun bukan muhrim, karena muhrim itu bukan mahram, muhrim adalah orang yang sedang ihram dalam ibadah haji, nah orang yang tak sedang beribadah haji atau umrah itu boleh berpegangan tangan asalkan dengan mahramnya, sedangkan mahram adalah orang memiliki garis keluarga dekat atau sebab lainnya (mahram sudah ditentukan dalam Islam).

   Kita sering keliru menggunakan kedua kata ini, atau bahkan kita hanya mengenal kata muhrim.
secara bahasa muhrim dan mahram itu berbeda seperti yang telah saya ungkapkan sebelumnya. tapi seringkali kita keliru menggunakan kata ini,

   Yups, ternyata berbahasa tak asal ucap, tapi berbahasa memerlukan analisa ringan mengenai asal kata, muhrim dan mahram berasal dari bahasa arab, karenanya saat terserap menjadi bahasa indonesia, kok maknanya bisa berubah jauh dari asalnya, sebelum semakin  keliru, ya dari sekarang kita belajar berbahasa yang baik dan benar dari hal hal sederhana :)

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?