16 Feb 2017

Memiliki Hobi

Saya sering melihat teman teman saya, bahkan kadang diri saya sendiri terperangkap di dalam waktu luang dan bingung ingin mengerjakan apa. karena pekerjaan sudah selesai atau memang sengaja meliburkan diri, dan dengan sendirinya waktu luang malah membuat segalanya menjadi lebih tidak nyaman. tak ada pekerjaan atau sekedar mengutak atik sesuatu. di sinilah Hobi diperlukan hehehe. 

Saya sendiri memiliki banyak hobi di antaranya menulis, menanam pohon, membaca, dan juga mengoleksi sedikit diecast. sedangkan membuka facebook tidak saya kategorikan sebagai hobi, karena ia malah mengalihkan kita dari pekerjaan yang lebih penting kita lakukan. hanya saja yang kadang saya masih belum mengerti, hobi orang-orang yang ada di lingkungan saya tinggal umumnya tidak beragam. namanya juga hobi tentunya urusannya secara pribadi karena tiap pribadi berbeda maka gairah untuk menghabiskan waktu luangnya pun juga berbeda. tapi tidak di sini di tempat saya, hobinya rata rata rombongan, kolektif.. satu suka burung yang lain ikutan, satu hobi batu, buru buru yang lain turut mengoleksi. dan lain sebagainya. 

Biasanya hobi yang berdasarkan gairah pribadi itu tetap konsisten, ndak ikut ikutan, ngga sekedar supaya sama dengan orang lain.

Jeep Rubicon limited Edition 2015
salah satu diecast yang saya miliki, keren kan?
saya selalu bermimpi memiliki aslinya :)

Saya senang menanam pohon sejak masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah, waktu itu emak dan bapak masih tinggal di kontrakan, ada tanah kosong di samping kontrakan yang saya tanami dengan tanaman beraneka ragam, ada tomat, cabai dan yang paling banyak adalah pohon pacar air, pohon-pohon ini dengan mudah saya temukan di tempat sampah, karena dulu tempat sampah biasanya ada di tanah lapang, di tempat sampah ini seringkali tumbuh pohon tomat dan cabai yang saya cabut dan pindah tanam di samping rumah kontrakan. namun karena banyaknya ayam tetangga yang dilepas begitu saja, pohon yang saya tanam kerap kali menjadi bulan-bulanan ayam dan anak anaknya. 

Sampai saat ini saya masih gemar memelihara pohon, bagi saya pohon itu hijau, teduh di mata, juga tidak rewel seperti kalau memelihara binatang, di tulisan sebelumnya saya bercerita tentang menanam pucuk merah, namun jauh sebelum itu saya sudah banyak menanam pohon, ada satu pohon cokelat yang kini sudah besar dan rimbun tumbuh di halaman rumah kakak saya, saya tanam belasan tahun lalu, pohon murbei di depan rumah yang kini batangnya sudah cukup kuat dan besar, Srikaya yang berbuah banyak di depan rumah kakak perempuan saya juga jadi salah satu koleksi yang pernah saya tanam, diafenbachia, aglonema (aglonema rentan terhadap penyakit dan lumayan mahal),  dan masih banyak lagi, sebagian besar mati karena kurangnya cahaya, atau karena lingkungan yang tidak bersahabat.

Saya sering melamun, ada saat nanti saya punya lahan dan halaman luas, saya sangat berharap bisa menanam kembang kertas juga pohon markisa asam, dua pohon itu membuat saya selalu berharap memiliki lahan kosong yang langsung tersirami sinar mentari. 

Menanam pohon bagi saya memiliki keindahan tersendiri saat melihatnya tumbuh subur, memberi kesejukan, kerindangan dan nyaman dipandang mata. 

salam hangat, lalu hobi anda apa ?

15 Feb 2017

Senang Menanam Pohon

Saya senang sekali menanam pohon, namun seperti yang umum diketahui, Kota Tangerang terutama di daerah padat penduduk tak mudah mendapat lahan kosong untuk menanam. Dan pagi ini saya mencoba hal yang sering saya lakukan, kembali menanam hehe.

Kebiasaan bapak, selalu memelur ( menutup tanah dengan semen dan pasir, alasannya supaya tidak becek, benar memang tapi di sisi lain resapan tanah berkurang, ya seperti itu lah adanya. Di depan rumah halaman sangat sempit bahkan bisa dikatakan tidak punya halaman, karena tempat yang ada hanya untuk jalan dan sebagian sisi lainnya untuk parkir motor.

Pucuk merah yang sudah lama saya tanam, terlihat makin subur dan besar, pot tidak lagi cukup menampung akarnya yang mulai ramai, saya menanyakan pada bapak di mana ia menyimpan linggis, setelah tahu tempatnya, linggis saya gunakan untuk menggempur peluran yang menutupi tanah di samping pohon murbei yang saya tanam sewaktu masih SD.


Kini, si pohon memiliki rumahnya yang baru... Tanah luas, akarnya yang ramai bisa menyusup ke pelbagai tempat yang ia suka.. selamaat :)

12 Jan 2017

Menyusuri Pantai Selatan

Hari pertama 2017 pukul 03.00 dini hari, saya bersama tiga orang teman lainnya, berangkat menuju Tasik Malaya, dengan menyusuri jalur pantai selatan. mulai dari jakarta-bandung, garut lalu masuk menuju Tasik Malaya,  jalur selatan selalu menjadi primadona bagi saya secara pribadi karena jalannya yang memiliki banyak kelok, dan juga turun naik... tidak monoton seperti jalur Utara yang umumnya lurus.