Aku Bahagia

hah jam 12.20 kereta berangkat.....!
kulirik jamku, baru jam 11.55
ku bergegas bersama temanku,
menuju mushola terdekat di stasiun itu.
kujama' zuhur dan asar.
selesai beli tiket, ku menuju peron 3
sesampainya di tempat tunggu
jam telah merangkak menjadi 12.10
terdengar pengumuman
untuk kereta jaya baru malam
tujuan surabaya akan mengalami sedikit keterlambaatan
40 menit, mereka bilang sedikit.
orang lalu lalang
pedagang di sana - sini
akhirnya kereta yang kutunggu datang
berdesak dengan kakek2, nenek, anak-anak
ku pergi dari gerbong satu ke gerbong lainnya
tak ingin berdesakkan.
ku bersama temanku mengalah
ku piih gerbong terdepan di belakang lokomotif
ting tang tung, suara khas stasiun berbunyi
"kereta jaya baya dengan tujuan akhir surabaya, siap berangkat"
terdengar suara lokomotif menderu
ku dan temanku mendapat tempat duduk
sampai di stasiun jatinegara
banyak pedagang mulai masuk berseliweran
aku bahagia
ku temukan pasar dalam kereta
bukan supermarket
tapi pasar tradisional
pedagangnya begitu bersahaja
menyembunyikan dagangan mereka karena takut petugas
kipas bambu, kopi, pop mie.... mereka taawarkan
bau ketiak mereka seakan bukti lelahnya
keringat bercucuran.. kereta begitu panas
kipas pedagangpun laku.. hanya 2.000 perbuah
dan itupun masih ditawar..
sampai cirebon,
kulupakan pedagang yang masih sibuk,tangisan anak-anak
asap rokok yang mengepul dari kanan kiriku,
orang - orang yang bersandar di pintu kereta,
duduk di lokomotif
mereka semua kulupakan...
ku ihat keluar jendela
pohon-pohon berkejaran
rumah-rumah
plastik sampah terhempas terbang angin kereta
ku bahagia
baru kali ini ku naik kendaraan begitu jauh
dengan suasana yang merakyat
merakyat karena seperti inilah
rakyat indonesia sesungguhnya.
tenggang rasa, tak individual
malampun tiba
sampai di stasiu jogjakarta
penumpang disampingku ingin kencing
wc pun penuh dengan sesuatu karena tak ada air
stasiunpun jadi wc umum.
akhirnya setelah 15 jam di perjalanan
ku sampai di stasiun tujuanku..jombang
ku turun untuk menjama ta'khir magrib dan isa
para calo kendaraan langsung membuntuti kami
"pare mas?" "pare mas?" begitu kata mereka..
setelah seselai shubuh kulanjutkan perjalanan
sepanjang jalan kulihat kebun tebu yang begitu luas
oh iya ku juga melewat pp tebu irung
yang selama ini hanya kudengar dari teman, guru dan saudaraku
pesantren yang terkadang muncul di TV.
ku bahagia
tanahku begitu luas..
terimakasihku
untuk guru, kakak, bapak dan ibuku
yang telah membuat takdir yang allah takdirkan
menjadi kenyataan
terima kasih ...
ku bahagia
karena kan ku kejar
takdir-takdir berikutnya.

Kediri, Pare 12 juli 2010 -------02.10 wib

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?