POT POT MARAH

Marah, marahlah sepuasmu, toh kebanyakan mereka menyuarakan semuanya dengan marah, marahlah karena kebodohanmu muncul kala kau marah. Sang Nafas Masih setia menyusuri jalan buncit raya, jalan lurus dari mampang perempatan dan berakhir tepat di pintu gerbang taman marga satwa ragunan. Jalan yang bergumul dengan kebahagiaan, kesedihan dan kemarahan, jalan yang belum punya sisi bagi pejalan kaki untuk tenang, tanpa khawatir diserempet mobil.yah jalan yang masih berupa jalan lurus penuh dengan berbagai macam lakon kehidupan.



Beberapa hari yang lalu pemkot jaksel meletakkan pot pot besar dari semen berisi pohon berpucuk merah indah . Pot pot seperti gelas raksasa dengan warna cokelat mengkilat itu di tebar sepanjang sisi jalan, mencoba berebut hak dengan pejalan kaki yang memang haknya selalu direbut kereta angin dan gerobak bermesin kehausan jalan.



Pot pot itu juga berbagi tempat dengan pohon-pohon yang ditanam di tengah jalanan kecil yang dahulu kala konon jalan itu untuk para pejalan kaki, tapi kini berisi pohon pohon berbatang besar.

Entah bagaimana aturannya makhluk seperti ember raksasa itu muncul, mengisi sisi jalan yang sudah sekarat akan ruang, pot pot berisi pohon yang jarang di siram, entah lagi berapa lama rapat membahas pengadaan pot pot itu, juga berapa banyak uang yg dirogoh untuk niatan yg begitu mulia, penghijauan. Tapi,

Tadi pagi, saat mentari menyembul dari timur, saat sang nafas naik turun melawan polutan pagi hari dari mesin mesin penghisap solar dan bensin. Terhilat bekas kemarahan yang berujung bodohnya segala sesuatu, beberapa pot yang pengadaan dan peletakannya saja sudah banyak repotnya. Ya, beberapa pot besar itu terjatuh, pecah, tanah keluar dari retakannya, berserakan, pohon berpucuk merah indah sang penghuni pot terlihat sekarat.



tikus, kucing, anjing sampai Angin jakartapun rasanya tak mampu menggeser pot besar itu dari tempatnya.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?