Secuil Pagi di Tahun Baru


jakarta pagi hari


Halte-halte busway seperti BHI, sarinah, dan monas begitu ramai, orang-orang terlihat antri berdesakan bulir-bulir keringat meluncur dari pelipis mereka, tidak seperti hari-hari biasa. mereka itu seperti bukan penduduk asli jakarta, terdengar desas desus bahasanya pun berbeda, baju mereka beraneka warna, sambil berhimpitan menunggu bus transjakarta datang mengangkut, akhirnya bus pun datang, sayang karena hanya segelintir orang yang bisa masuk, bus telah penuh sesak oleh penumpang dari halte-halte sebelumnya, beberapa mencoba menerobos, tapi terlambat karena pintu bus segera menutup. gerutuan tak jelas terdengar di antara mereka.

Kebanyakan mereka berpasangan, muda- mudi, terlihat seorang perempuan meletekkan dagu di pundak teman lelakinya, Tampak sedikit rasa lelah dari diri mereka lantaran menunggui bus yang sering terlambat.

Di sudut lain, di sepanjang jalan dekat Bundaran HI nampak Wajah wajah menahan kantuk, rambut tak terlalu rapih, pakaian sedikit lusuh, di bagian pantat celana mereka terlihat sedikit kotor, mungkin bekas duduk di sembarang tempat atau karena semalam jakarta berhamburan debu kembang api?.

Semalam orang-orang baru saja menghabiskan sisa tahun kemarin di jakarta kota megapolitan yang penuh polutan, melihat kembang api bertpendar di Bundaran HI, alun -alun Monas, dan tempat-tempat ramai lainnya.

Pagi harinya, Awal tahun mereka sambut dengan wajah lelah, setelah melepas tawa dan meniup kuat kuat terompet mereka. Sepasang duapasang manusia masih saja duduk di rerumputan yang tumbuh di tengah taman pembatas jalan Merdeka barat Jakarta.
mengukir awal tahun baru dengan sejuta harapan dengan hampa menyelimuti hidup.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang