jamblang?

     Globalisasi buah mendesak buah lokal yang kalah pamor dan gengsi, terlebih harga ( jeruk impor asal cina lebih murah ketimbang jeruk lokal ).

     Coba lihat di kulkas, meja makan, ataupun di tempat tempat penjual buah, adakah beda ?
ada, buah lokal apalagi buah yang populer tahun 80 puluhan ( jamblang, gowok, kesemek, cereme, kokosan, boni ) kalah iklan, kalah pamor dan mungkin juga kalah rasa.

    Sebaliknya, penjual buah pinggir jalan, dagangannya di sesaki dengan buah impor, siapa yang nggak   kenal sama Apel Fuji, pir Shandong, Jeruk mandarin, Apel Red USA, Duren montong dan lain-lain. semuanya tertata rapih, tersusun di rak-rak supermarket, pasar kaki lima, di dalam kulkas dan di atas meja.

    Modern dan global bukan berarti mengalahkan dan menggusur sesuatu yang lokal.kenalkah anak-anak di sekolah dasar dengan buah buah yang tahun 80 puluhan di atas? memang nama-nama buah itu terkesan kuno, tak bergengsi atau mewah.

    Bangga dengan buah lokal menjadi cobaan baru, Buah- buah ini kalah saing di pasaran, selain harganya yang lumayan karena Komponen biaya buah lokal lebih banyak dibanding buah impor, belum lagi tampilannya yang leboh menarik buah impor, tapi untuk kandungan vitamin, buah lokal tidak bisa di anggap remeh, jeruk medan/bali/pontianak, apel malang, pisang lampung, mangga dramayu/simanalagi/harum manis, semuanya memilliki kandungan vitamin yang berneka ragam.

   Untuk buah musiman yang benar - benar langka di pasaran seperti jamblang, sangat sedikit bahkan susah di lirik pasar, akhirnya banyak pohon buah ini di tebang karena kayunya bisa di jual, lama - kelamaan pepohonan ini semakin sulit di temukan, padahal dahulu buah ini di jual di warung warung, di tempat jajanan sekolah, buah ini berbentuk lonjong sampai bulat telur, sering agak bengkok dengan kulit tipis licin mengkilap, merah tua sampai ungu kehitaman, Daging buah putih, kuning kelabu sampai agak merah ungu, hampir tak berbau, dengan banyak sari buah, sepat masam sampai masam manis. ( rasanya rame kaya nano-nano), kalau sehabis makan buah ini warna lidah akan berubah ungu kehitaman, sungguh menarik.

   tapi bagaimanapun, penerapan pasar bebas tak selamanya memberikan dampak buruk pada citra buah - buahan lokal, malah semua ini haruslah menjadi motivasi bagi petani - yang di dukung sepenunya oleh pemerintah - untuk terus berkarya menghasilkan buah buahan yang mampu dan bisa bersaing di pasar bebas, tidak hanya sebatas pasar lokal.

    yang harus secepatnya di perbaiki adalah meningkatkan citra buah lokal di mata masyarakat.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang