Kita dan dia akan selalu menjadi sahabat

Sisa Nafasnya = Nafas kita
      Bagaimanapun, kita dan dia akan selalu menjadi sahabat, dalam suka dan duka,  selalu berbagi kehidupan hingga akhir dunia nanti. Karena sejatinya persahabatan kita dan dia telah ada sejak bapak kita adam masih di dalam surga.

      Udara yang kita hirup adalah hasil nafasnya, dan adara yang kita keluarkan kita nafasnya, kita berbagi nafas, berbagi kehidupan dengannya.

      Pohon, siapa yang tak mengenalnya,  dimanapun dan siapapun dia, tak ingin lepas dari sang pohon dan tak mungkin bisa lepas.

      Karena sesungguhnya, cinta pohon pada kita adalah cinta hakiki, ia selalu memberi yang terbaik, merubah panas menjadi teduh, gersang jadi rindang, racun jadi obat,  kering jadi basah, dan dia juga yang memberi kita nafas sehari hari, ia adalah paru paru bumi.
    
     Tapi di sini, sisi lain dari desa, di mana hujan bingung mencari tempat untuk menyelusup ke dalam tanah,  jalan, halaman, semuanya tertutup semen. Tembok berhimpitan menjulang tinggi menyentuh awan,  menyisakan sedikit lahan untuk sahabat kita. Pohon, di manapun dan kapanpun tak ingin lepas dari manusia.

    Kitalah yang banyak lupa, enggan dan malas memberinya ruang  untuk hidup, kita menebang pohon-pohon dan menggantikannya batu, semen dan  plastik, kita yang ingin melihat kesejukan tapi malas mewujudkannya.

   "Satu orang satu pohon"  sebuah slogan yang di buat agar kita kembali ke alam, agar kita kembali mengingat sahabat kita, menanam dan merawatnya.
    
    Mungkin slogan itu hanya cocok untuk orang - orang kota karena  lahan mereka yang terbatas. Dan satu orang dilahan terbatas sekalipun tetap mampu menanam satu pihon, semuanya pasti bisa,  bisa pohon di dalam pot atau pohon di halaman, yang penting satu pohon, kalau satu juta orang menanamnya? Udara pasti akan semakin baik dan kita akan semakin sehat.

    Ada lagi istilah "adopsi Pohon",  dengan cara memberikan sejumlah uang pada sebuah lembaga pemerhati lingkungan, dan uang itu akan di gunakan untuk merawat pohon yang kita adopsi, tujuannya adalah turut andil dalam  perbaikan kualitas udara, air dan tanah.

    Slogan slogan seperti itu akan menjadi kurang efektif di desa dekat gunung dan hutan, karena sekeliling mereka adalah pohon, tanpa menanampun sudah berlimpah ruah, mereka seharusnya menjaga dan merawat lingkungan mereka sedini mungkin.

    Intinya, kita dan pohon adalah sahabat, mereka tak ada  kitapun tiada.


Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?