Elegi Ember

Terawanglah dengan mata dan hatimu
ke dalam ember nestapa
di keremangan nan lembab
tercekik tembok,
ratapannya tak terdengar,
hanya desah panjang yang tak putus selama 2 hari ini.
berdoa semoga langit jakarta tak bermuram durja
sasmita belum munculnya sang penghangat siang
membuat si ember semakin dalam menghela nafas
dalam keraguan ia berkata :
"tuhan buatlahku tersenyum, sembunyikan mendungmu.
tampakkan geligi mentari yang berseri-seri.
karena aku tak tahan menyimpan baju baju apek ini dalam tubuhku."

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang