Gemerisik Malam

Kalau hati sedang tak tenang, otakku jadi rasa nano nano , manis asam asin
hidup yang masih sama setiap hari, bertemu dengan orang -orang yang sama di tempat yang sama, 
wajah yang sama, sampai-sampai mereka ingin aku jadi bagian diri mereka
kalau aku berbeda, ditegurnya aku agar tetap sama, tak bolehkah berbeda?
ya, hidup ini, apa makna dari kehidupan? kehidupan yang sama, berputar di poros yang sama, belum juga kemana-mana.
semuanya berbuntut pening, terlebih kalau pelajaran esok pagi menuntut hafalan.....

    Dalam keadaan seperti ini, sulit sekali memaksa mata terpejam, setiap langkah detik jam dinding begitu terdengar, nyaring dan nyata, kaki-kaki yang menapak jalan di samping kosku, obrolan tukang ojek dekat klinik medira yang beroperasi 24 jam sebelah kos, kadang sampai larut malam bercengkrama membicarakan sidang Angie yang belum juga usai, padahal sidang itu tak ada pengaruhnya pada pekerjaan mereka, dasar hidup. Ya cengkrama mereka itu yang semakin malam semakin jelas, menggedor-gedor gendang telingaku, memaksa mataku untuk terus terjaga.

     Entah kenapa hal ini terjadi, suara-suara yang biasanya tak kuperhatikan, kini  rasanya jelas terdengar, kehidupan nyata menjadi muncul tatkala kepala ini pening, gemerisik daun, desahan angin malam, klakson mobil-mobil dekat lampu merah di depan klinik 24 jam, semuanya terasa hidup dan ingin terus bicara dengan telingaku.

     Ya, kalau kau tahu halte Jati Padang bus transjakarta di Jakarta Selatan, ya, tak jauh darinya ada sebuah pertigaan yang salah satu jalannya menuju pasar minggu, lampu pemberhentian berdiri sombong dekat halte itu. dekat salah satu lampu merah kau akan lihat sebuah petunjuk besar dengan bacaan dokter 24 jam,   

dan kosku tepat di belakang klinik itu.

mengapa semuanya jelas terdengar saatku belum mampu mendengarkan....

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?