Caroline, menemukan perekat retakan cinta pada orang tua

     Pernahkah kita  merasa menjadi manusia yang kurang beruntung, tidak seperti orang lain yang memiliki orang tua kaya, baik, perhatian, mencukupi apa yang kita butuhkan ?

     Memang terkadang perasaan iri atau ingin seperti orang lain kerap hinggap pada diri kita, kita selalu saja kurang jika membanding-bandingkan diri kita dengan orang yang menurut kita kehidupannya lebih baik. kalau sebagai penyemangat untuk bekerja keras demi hidup lebih baik ya tidak masalah, tapi kalau
 sampai pada keinginan kalau saja orang tua kita seperti orang tua dia, yang peduli pada pendidikan, peduli pada keinginan kita, mampu membelikan apa yang kita butuhkan, mudah-mudahan pikiran seperti tidak sampai hinggap dalam benak kita semua, karena kita akan jatuh ke dalam lubang penyesalan, dan meratapi kesengsaraan hidup kita.

      Satu adegan dalam film Caroline rasanya bisa menjadi cerminan jika perasaan seperti kecewa di atas terbesit hati kita, 


      Caroline adalah sebuah film 3D yang diadaptasi dari sebuah novel dengan Judul yang sama karya Neil Gaiman, Film ini sungguh menarik kualitas gambarnya begitu jernih, tentu saja karena dalam pembuatannya menguras daya kreativias 450 orang dan baru di rilis pada tahun 2009, film ini menceritakan seorang anak dengan kedua orang tua super sibuk dengan pekerjaan mereka yang juga mengalami kesulitan ekonomi hingga Caroline (peran utama dalam film Caroline) sebagai anak kecil merasa orang tuanya tak sayang padanya, dan pada suatu kesempatan caroline menemukan sebuah lorong kecil yang menghubungkan rumahnya ke tempat lain, lorong inilah yang mempertemukan caroline dengan ibu dan bapak harapannnya, keduanya persis sama dengan kedua orang tua nyata Caroline, tapi sikapnya berbeda, ibu dan bapaknya di seberang lorong ini, begitu menyayangi dan mengerti keinginannya. Tapi pada akhirnya setelah melewati berbagai pengalaman, caroline mendapat dua pilihan dari orang tua harapannya ? apa sih pilihannya ? (tonton aja sendiri :D ).


  Caroline memilih untuk cinta pada ibu bapak nyatanya yang menurutnya selalu sibuk dan tidak mengerti keinginan Caroline.

     Film berdurasi 1 jam 40 menit ini, dengan kisah sederhana yang membuat penasaran sedari awal hingga akhir, mampu membuat kita kembali menemukan perekat retakan-retakan kecintaan pada orang tua kita, orang tua yang sesungguhnya.

Komentar

  1. hmmm
    sepertinya filmnya bagus gan
    saya cek ke TKP dulu undtuk mengunduhnya
    hehehhehe

    BalasHapus
  2. kalau tinggal di jakarta selatan atau tangerang kota bisa langsung unduh dari netbuk saya gan, :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?