Jakarta malam hari

     Perjalanan Jakarta - Tangerang malam hari sungguh membuat hati ini senang, betapa tidak, biasanya perjalanan ditempuh dalam waktu 2 jam, pada malam hari (23.30) hanya 45 menit. Tanpa macet tanpa banyak berhenti. suasana Jakarta malam hari tak kalah indah dengan siang harinya, melihat rumah-rumah berjejal dengan ruko di kanan kiri jalan, saat melintas jembatan sengaja kuturunkan tarikan gas guna melihat sungai - sungai yang airnya tak terlihat berjalan dengan warna kehitaman, memantulkan sinar lampu jalanan di permukaannya.

    Malam hari di Jakarta motor bisa melaju dengan kecepatan rata 80km/jam bahkan 100Km/jam pun masih bisa, asal lebih hati-hati, pasalnya banyak jalan yang tak bermarka garis tengah, garis pinggir, bahkan pembatas jalan yang terbuat dari gundukan beton yang diletakkan di tengah jalan juga tak berwarna, hanya keabuan yang samar terbalut kelamnya malam.

   Rasanya pengecatan garis-garis pembatas jalan hanya pekerjaan anginan-anginan dinas pekerjaan umum, kalau mereka mau.. ya dicat, kalau tidak.. ya biarlah seperti itu, jalan terasa tak bertepi, tak sedikit kecelakaan terjadi karena seseorang melewati pembatas jalan dan akhirnya menabrak, terlebih saat di kelokan, tak garis, membuat pengendara pusing dan ekstra hati-hati, terutama bagi yang pertama kali melintas di jalan tersebut.

   Zebra cross dibuat asal-asalan, mestinya sebelum zebra cross ada terlebih dahulu marka kejut. tapi nyatanya tidak, zebra cross hanya menjadi ajang pemubaziran cat belaka. karena nyaris tak ada satu orang pun yang melintas di atasnya, pejalan kaki juga sama saja, mereka menyebrang semau udel mereka, padahal dampaknya sungguh berbahaya, terutama malam hari saat baju yang si penyebrang pakai berwarna gelap akan menyatu dengan warna aspal yang juga gelap, kalau mobil/motor kaget dan mengerem mendadak karena tak jelas menlihat mereka menyebrang, wuih bisa bahaya jadinya. beda halnya jika mereka menyebrang di atas zebra cross, mereka akan jelas terlihat, apapun warna pakaian yang mereka kenakan.

   Padahal dengan mencat jalan, bisa menjadi ladang baru untuk tanda tangan yang berujung uang, tapi entahlah, mungkin kecil atau bagaimana, jalan masih saja seperti itu, lebar keabuan tanpa tepi, tak jelas mana pembatasnya.

  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?