Taufik Ismail, Dedy Mizwar terlalu sibuk

       Tadi datang ke Islamic Book fair Indonesia 2012, Wuih rame banget, mulai dari anak-anak hingga omah opah kumpul jadi satu, bangga melihat mereka masih peduli dengan buku, Saya lihat mereka banyak memborong buku, sedangkan aku, heee hanya keliling nyari yang gratisa. Hasilnya dapat dua majalah Janna gratis.

        Sedari awal sudah saya niatkan dalam hati, kalau saya mau beli beberapa buku super murah. tapi setelah ketemu buku yang murah-murah, saya jadi bingung antara beli atau tidak, ujung-ujungnya nggak beli. entah kenapa setelah melihat buku buku murah itu, jadi teringat buku di rumah yang belum sempat dibaca, kalau ditambah terus, kapan dibacanya pikir saya.

        Tujuan utama saya sebenarnya adalah untuk mengikuti seminarnya Taufik ismail dan Dedy Mizwar yang dimoderatori oleh kang abik. Panitia acara menulis dalam jadwal kalau acara mulai jam 4 sore, saya datang jam 15.30, langsung ke bagian informasi menanyakan kalau Pak Taufik Ismail dan Dedy Mizwar sudah datang atau belum, salah seorang bagian informasi mengatakan :

" ini mas, sedang kita konfirmasi"
" Kira-kira datang nggak ya mbak?" tanyaku penasaran, karena aku fans Puisi puisi Taufik Ismail dan juga Dedy mizwar, keduanya adalah orang yang banyak menyumbang dalam kesustraan tanah air.
" Kita belum bisa mastiin mereka datang atau tidak mas" ujar salah seorang informis.
 " ya udah, saya keliling dulu aja ya mbak, mau lihat buku-buku dulu" kata saya pada si informis.
" oh ya silahkan silahkan mas". jawabnya sambil tersenyum.

       Jam 16.00 pun tiba, saya bergegeas ke ruang anggrek di dalam gedung istora senayan, tapi setelah saya bertanya pada informis, apa pak Taufik ismail datang ? jawabnya "tidak", apa Dedy mizwar datang ? jawabnya juga "tidak". ooohhhhh.mengecewakan. saya datang jauh jauh sebenarnya untuk mendengarkan ucapan-ucapan mereka. bahkan habiburahaman atau kang Abik yang semestinya di dalam jadwal menjadi moderator, tapi saat Pak Taufik dan Bang Dedy Mizwar sebagai narasumber keduanya tak datang, maka kang Abik naik ke panggung menjadi narasumber.

    Tak ada rotan, akarpun jadi.
ada bulir bulir kekecewaan mengapa panitia dengan mudahnya merubah jadwal, padahal kesempatan ini saya tunggu-tunggu.

Komentar

  1. Ya ampuun ngebeteiin banget tuuh! Kok bisa, sih begitu? Cks... rencananya mau datang ke bookfair hari minggu liat Dude eh gak jadi deeh... takutnya gak dateng hehehe...

    BalasHapus
  2. begitulah mbak kenyataannya. tapi kalau si mbak mau datang, cioauuu tak usah raguuu.. :)))

    BalasHapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?