Buku serius siapa takut ?

Apa selamanya kita terus-terusan
baca novel ?
       Kepala rasa pening, menulis hal serius memang butuh keadaan lebih serius, menulis karangan ilmiah tak semudah menulis di blog, bawaannya mau cerita terus, padahal di dalam menulis karangan ilmiah bahasanya mesti baku, resmi, ilmiah poluler, tak seperti di blog ini, bahasa apapun boleh masuk, mulai dari bahasa alay, slank, sandi, sampai bahasa gondoruwo pun silahkan saja gondoruwonya tau cara main internet.

       Menulis serius tak lepas dari berjibaku dengan buku serius, membaca memang mengasyikkan, terlebih cerita fiksi, tapi beda halnya jika buku itu nonfiksi, seperti buku-buku ilmiah, lebih berat dan butuh mikir, ada taste tersendiri saat menghadapi buku yang bikin kening berkerut ini, garuk garuk tak faham, bahkan sampai baca berulang, paling tak nyamannya kalau banyak bermunculan kata-kata dari planet asing dalam buku tersebut, gak seperti saat menghadapi novel, sambil sms-an pun tak masalah, tapi menghadapi buku-buku serius, ya butuh serius. suasana yang nyaman serta kesiapan pikiran menerima pelajaran dari sebuah buku.

       Pantesan nggak aneh, buku novel lebih laku ketimbang buku serius, walaupun di dalam novel banyak juga ilmu yang di dapat, tapi dari buku-buku serius yang alurnya lurus-lurus aja, sebuh ilmu dikupas melalui jalannya sendiri, dengan membaca buku-buku serius kita akan lebih menghargai pemikiran seseorang, hasil riset mereka, bahkan kita bisa menghargai diri kita sendiri, yang berupaya menjaring ilmu dari orang lain, terbebas dari kaitan tempat dan waktu dengan si penulis.

    So, Serius, siapa takut ?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang