Lomba Narsis Berujung Diberangus Satpol PP

Jam 11 pagi, 12 April 2012  

        Saya duduk di dalam bus sambil memandang keluar, Pawai taaruf beberapa jam lagi akan segera dimulai, pawai ini masuk dalam rangkaian acara pembukaan MTQ tingkat propinsi banten ke-9  yang diadakan di Komplek Pemerintahan Kabupaten Tangerang, berbagai macam mobil hias yang mewakili kekhasan daerah asalnya dari berbagai kota dan kabupaten di propinsi Banten berderet di pinggir jalan, ada yang berbentuk perahu, saung sampai ada yang berbentuk masjid, Bus yang kutumpangi terus melaju dan aku terus memperhatikan hiruk pikuk pinggir jalan dari sebingkai jendela.

      Ada pemandangan serupa yang tak putus-putus semenjak Bus ini masuk ke dalam Komplek pemerintahan Kabupaten Tangerang, banyak spanduk yang terpampang asal-asalan dan terkesan semraut di sepanjang pinggir jalan, spanduk  ini tak mengiklankan produk buatan manusia, namun mengiklankan manusianya sendiri, dalam spanduk  mereka bicara turut menaruh perhatian untuk suksesnya MTQ ke 9 tingkat propinsi banten ini, tapi mengapa harus ada foto? padahal siapapun orangnya yang penting kita mengenal hasil kerjanya bukan wajahnya, wajah nomor sekian, bahkan ada satu spanduk yang mencantumkan nomor HP, mereka melakukan hal yang sama demi dikenal, mereka berlomba-lomba memberi tahu khalayak kalau mereka ketua anu dan mengucapkan anu di dalam spanduk  di sertai foto, tapi mereka tak memberitahu khalayak bahwa mereka memang patut dikenal patut diketahui dari prestasi kepemimpinannya, wajah mereka yang ingin lebih dikenal ketimbang lainnya. Maka tak berlebihan jika saya katakan sebagian pemimpin berlomba bersikap narsis untuk dikenal.

     Belakangan saya tahu, H. Ismet Iskandar selaku Bupati Kab. Tigaraksa meminta Satpol PP menertibkan spanduk yang dianggapnya tak memenuhi nilai estetika.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang