Lihat Wushu di Festival Cisadane.

salah satu sudut di festival Cisadane, (Dok Pribadi)
      Coba deh kamu tanya, tempat apa aja yang jadi tujuan warga tangerang melepas penat?. pasti jawabannya beragam, ada yang ke tanjung pasir, tanjung kait, Pantai muara, taman kota BSD, situ cipondoh, atau ke mall yang kini makin banyak di kota Tangerang, hmm... semua tempat terasa familiar, terus coba kamu tanya kemana mereka akan pergi di bulan Juni, Jawabannya ada dua, yang pertama ke Job Fair yang rutin diadakan oleh pemkot kota Tangerang setiap bulan ini, dan yang kedua ke Festival Cisadane.

    Termasuk saya merupakan salah satu diantara sekian banyak orang yang menunggu festival tahunan ini, festival kebanggaan warga Tangerang, mungkin kalau di Jakarta ada pekan raya Jakarta, nah di tangerang ada Festival Cisadane, tapi di sini yang utama untuk dijual bukan produk, bukan motor, bukan BB, tapi yang dijual di sini adalah seni, dan alat untuk membelinya adalah sebuah apresiasi, hehe, terus kenapa harus bernama festival Cisadane? Karena Festival ini pasti mengambil tempat di pinggiran kali cisadane yang luas dan bersih, plus dalam. nggak boleh berenang di sungai ini takut digigit ikan sapu-sapu, hehehe.

   Nah buat lebih jelasnya tentang festival ini klik informasi lengkapnya di sini, saya nggak mau ngomongin informasi yang udah ada, saya cuma ingin berbagi rasa gimana sih festival cisadane ini menurut versi yang saya alami sendiri. lanjut...

Sungai Cisadane, So Bersih......so Sejuk, socisadane
   Motor saya memasuki area parkir yang juga dijalanan, uniknya jalan yang jadikan area parkir bukan jalan utama, jadi nggak ngeganggu aktifitas lalu lintas begitupun dengan tempat festival sendiri yang tidak menyerobot jalan utama. dan lebih enaknya lagi, mau lama mau sebentar tetap saja bayarnya hanya Rp 2.000, murah kan? ya murah lah, coba di mall wuih, bisa tiga empat ribu kalau berlama-lama.

   Saya sampai di panggung utama, ternyata bertepatan dengan digelarnya lomba menyanyikan lagu kroncong, terpaksa saya duduk lantaran seru, pesertanya remaja dan dewasa, hmmm....suaranya merdu banget, di tambah angin sepoi-sepoi yang datang dari pinggir sungat, pepohonan yang rindang tapi tak terlalu gimbal pun menambah sejuk suasana.... perpektok, sempurna.

Anak Anak sanggar Cakrawala Kreo, tampil Maksimal
Ibu ibu pada melongo ngeliatnya..
Ini dia tim akrobat wushu (wah si ilham ga keliatan wajahnya).
   Perlombaan selesai, Panggung utama sunyi sejenak, lalu riuh kembali oleh tepuk tangan karena baru saja tampil memasuki panggung para penari cilik dari ciledug, cape menari, lanjut dengan penampilan wushu (tau dah nulisnya bener pa salah) yang terdiri dari dua orang putra yang masih cilik cilik, mereka berdua kelas satu dan tiga sekolah dasar, dan tiga orang perempuan yang juga masih sekolah dasar dan menengah pertama. Lincah sekali mereka, loncat sana loncat sini, aku sendiri takut kalau lompatan mereka sampai keluar panggung, hehe, tapi nggak lah, mereka mahir betul, lalu si cilik-cilik terampil memainkan tongkat, hebat-hebat, tongkat yang mereka pakai panjang, lebih panjang dari tubuh mereka, lebih panjang dari tongkatnya pak satpam, sekali lagi perpektok, sempurna.

Hyatttttt.....
    Puas melihat pertunjukkan, saya ngobrol-ngobrol dengan orang-orang yang juga senasib dengan saya, tersesat di dalam keramaian yang menyenangkan, festival cisadane, sooo... warga tangerang, sisihkan waktu, nyok mampir di sini.. di festival cisadane.




                                       

   

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang