Hanya duduk dan mendengar dapat uang Rp 50.000,-

Stiker yang dibagikan saat acara

     Sore hari beberapa hari lalu,  Pak RT datang ke rumah saya lalu memberi surat undangan pada bapak saya, isinya ajakan untuk hadir di acara sosialisasi Lingkungan Hidup dari KLH (kementerian Lingkungan Hidup) esok harinya. hmmm... aku bilang pada bapakku agar tak usah datang, wong si bapak sudah sadar lingkungan kok, rajin, resik dan bersih tentunya, lah, lalu siapa yang akan hadir?. Saya akan menggantikan bapak, Bapak biar kerja seperti biasa.

     Acara dimulai jam 10.00 WIB, saya belum hadir, alasannya karena saya mesti menemani peserta lomba catur yang jadwalnya berbarengan dengan acara sosialisasi itu, saya baru bisa hadir jam 11.00, terlihat para ibu dan bapak sudah memenuhi bangku yang tersedia. saya datang, duduk, dengar, mencatat, kemudian bertanya saat dibuka termin pertama.

Bapak Mora sedang memberikan pencerahan dan Motivasi
pada warga untuk tetap kembali pada sifat dasar manusia
yang mencintai kebersihan dan keindahan.
    Jam 12.00 ibu-ibu mulai kasak kusuk, kata mereka sudah datang waktu zuhur, tapi mengapa si pembicara terus saja berceloteh dan membanding-bandingkan lingkunganku dengan lingkungan percontohan salam sisi kebersihan dan pengelolaan sampah, Para Ibu mulai sibuk, beberapa ada yang pulang, katanya sudah datang waktu zuhur, entahlah, mudah-mudahan mereka ingin segera solat bukan berniat meninggalkan acara karena monoton. Pak Rt disampingku juga turut pulang, hmmm... gimana kampung kita mau bersih kalau suruh ngedengerin aja susah banget diajaknya.

     Acara selesai, lebih dari seperempat warga yang hadir sudah berada di rumah masing-masing, alasannya jenuh, saat hendak pulang saya ditahan, panitia memberitahuku kalau warga yang hadir akan mendapat uang transport sebesar 50.000,- . baik Juga pemerintah, udah ngajarin eh ngasih duit. kabar angin segera sampai pada warga yang pulang di setengah acara, mereka datang kembali untuk tanda tangan, seandainya saat menerima undangan warga tahu akan diberi uang, wuih bisa-bisa tempat untuk sosialisasi tak mampu menampung.

Komentar

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?