Saat keduniawian merubah wajah dunia

dokumen pribadi
sedari kecil saya suka lirik lagu Iwan fals, suka dengan nadanya bukan maknanya,
seperti :

    Di depan mesjid samping rumah wakil pak lurah
Tempat dulu kami bermain mengisi cerah nya hari
Namun sebentar lagi lampu tembok pabrik berdiri
Satu persatu sahabat pergi dan tak an pernah kembali 

 - Ujung aspal Pondok gede . Iwan fals

   seiring bertambah usia, saya menyadari betapa lirik-lirik lagu beliau begitu dekat dengan keseharian saya, bahkan beberapa penggal lirik ujung aspal pondok gede saya alami dengan hati, mata, dan kepala saya sendiri.

   Beberapa saudara dan teman kini pergi, rumah mereka berganti dengan tembok tinggi menjulang angkuh, tembok yang tak memiliki hati dan rasa, tembok yang jauh dari sentuhan keindahan, entah sitembok yang menginginkannya demikian, ataukah si empunya tembok.

   Lahan tempatku bermain, berganti kotak-kotak kontrakan, sungai tempatku mencari ikan, menghitam, teman-temanku pindah seiring terjualnya rumah mereka, oh, akankan uang memisahkan segalanya, akankah keserakahan mengubah wajah dunia terus menerus?.

   Sedang semakin lama, jalan-jalan yang dulu lebar, menyempit. pohon-pohon yang dulu rindang meranggas dan tertebang, sebegitu parahkan keduniawiyan merubah wajah dunia.



  

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang