Sang Alkemis, perjalanan menuju jiwa dunia.

Sumber gambar :
http://www.gramediapustakautama.com/
uploads/dirimg_buku/re_buku_picture_79737.jpg
      Pernah baca novel sang pemimpi buah karya andrea hirata? menggugah bukan? buku yang berisi perjalanan ikal dan arai mengejar mimpinya, ya memang, novel dengan tema pencarian memang manarik dan membangkitkan semangat hidup, nah itu versi Indonesianya, ada buku lain yang juga tak kalah menarik untuk dibaca dan difahami yang datang dari negeri seberang (Brazil).

     Saat kecil dulu, ketika ditanya ingin jadi apa, kita sering menjawab jadi dokter, artis, pilot, pemain sepak bola, seniman, tentara, dan masih banyak lagi. tapi apakah kita menjadi seperti yang kita impikan waktu kecil dulu, rasanya kebanyakan tidak. banyak dari kita merasa mimpi kita tak mungkin kita raih, pasrah pada keadaan. nah buat yang merasa sedang tertimpa perasaan seperti itu, merasa sulit sekali mewujudkan hal-hal yang begitu kita inginkan, coba deh baca The Alchemist, sebuah novel perjalanan spiritual karangan Paulo Coelho.

    Novel ini mengajarkan kita untuk bermimpi, bukan sekedar bermimpi, tapi berusaha untuk mewujudkannya. karena saat kita menginginkan sesuatu, seluruh jagat raya bersatu padu membantu kita meraihnya, keren bukan? Novel ini mengajari kita Optimisme, kerja keras, dan tak putus asa.

    Cerita bermula saat santiago mengalami mimpi berulang di sebuah gereja tua terbengkalai, dari mimpi itulah ia bertemu dengan orang-orang yang datang membantu mewujudkan mimpinya, namun tetap saja kendali ada dalam jiwa santiago, ia sendiri yang menentukan jalan hidupnya. Sedari awal sampai akhir cerita novel ini terbalut dalam sebuah perjalanan antar negara, Spanyol-Mesir, interaksi dua agama Islam dan Kristen, menjadikan novel ini menceritakan kaya akan budaya dan adat istiadat. bertebar kata-kata bijak dalam novel dengan alur cerita maju dan menceritakan beberapa tokoh saja.

   Berikut ini adalah petikan dari novel "Mengambil keputusan barulah permulaannya, saat seseorang mengambil keputusan, berarti dia menceburkan diri dalam arus deras yang akan membawanya ke tempat-tempat yang tak pernah dibayangkannya ketika dia pertama-tama mengambil keputusan"

   oh ya, berhubung novel ini dipandang dari sudut agama kristen, untuk muslim mesti mencerna baik-baik ungkapan yang ada dalam novel ini, memang novel ini objektif, tapi dalam beberapa hal terasa subjektif, seperti meminum anggur, saat kenapa sang alkemis ditanya mengapa ia meminum anggur, ia mengatakan "Bukan yang masuk ke mulut yang menajiskan orang, melainkan yang keluar dari mulut, itulah yang menajiskan orang", memang dari segi ungkapan tak ada salahnya, tapi dari sisi hukum, tetap saja anggur haram untuk diminum.

  Tunggu apa lagi? cepet cari buku ini ditoko-toko, atau pinjam ke teman, yang pasti mesti dibaca deh.

satu ungkapan lagi untuk mengakhiri ulasan kali ini,

"Kalau sedang makan, hanya urusan makanlah yang kupikirkan, kalau sedang berjalan, aku berkonsentrasi pada urusan berjalan, kalau aku mesti bertarung, mau mati hari apa pun tidak ada bedanya bagiku, sebab aku tidak hidup di masa lalu, ataupun masa depan, aku hanya tertarik pada saat ini, berbahagialah orang yang bisa berkonsentrasi hanya untuk saat ini".

__jangan pernah berhenti bermimpi.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?