Hujan Pertama di Bulan Agustus

Hujan
http://novanbagusfirmansyah.blogspot.com
   Sejak Juli kemarin, Tangerang gersang, hembusan angin hanya membawa hawa panas dan debu-debu kota kecap benteng ini, memasuki ramadhan di akhir Juli, pepohonan turut berpuasa, pepadian, rerumputan mencoklat, bahkan mereka bukan berpuasa namun mereka kelaparan. Allah bukan hanya mencoba manusia dengan puasa, tapi juga binatang dan tetumbuhan.
  
   Bulan juli kemarin menjadi puncak kemarau di kota ini, jalan-jalan rusak yang biasa becek di musim hujan, menjadi berdebu menyesakkan dada. barisan pohon rimbun dikanan kiri jalan mendekil, debu-debu menempel dan sudah lama tak terguyur hujan.

   Melompat ke malam, gemintang begitu jelas terlihat, arak-arakan awan tipis dan lembut sesekali menutupi bulat bulan di tengah langit hitam kebiruan, indah sekali malam bulan kemarau, mungkin kebahagiaan langit menjadi penderitaan bumi, bahagia dan derita tak hanya milik manusia.

   Namun semalam, ku dengar langit mulai meneteskan air mata, entah bahagia atau sedih karena akan segera tahu kawannya bumi menjadi makmur kembali, detik detik selanjutnya rintik menjadi deras, bumi sumringah, katak-katak yang semakin terkucilkan di sawah yang semakin sempit turut bersuka.

   Jalan-jalan rusak kembali becek, pepohonan tak sedekil kemarin, sampah-sampah yang lama mampet bebas terbawa arus, rerumputan menghijau, gapik-gapik mulai beranak pinak, di hujan pertama bulan ini, aku hanya mampu berdoa, semoga bumi berkah dan kau yang di seberang jalan tetap sumringah, sesumringah kota kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang