Jempol Bukan Hanya Milik Facebook.

suka
sumber : http://facebooklikeexchange.com
      Seneng ya kalau status facebook kita disukai banyak orang, malah seringkali ada status yang minta disukai, caranya ya hanya dengan mengklik kata suka yang juga memiliki simbol acungan jempol itu, hmmm.. tanpa sengaja kita ingin dihargai, dalam hal apapun, tanpa sengaja kita ingin dipuji, dalam hal apapun. kembali ke suka yang bahasa inggrisnya like, sering kita dengar kalimat like dis yoo.., maksudnya mengajak kita untuk menyukai sesuatu yang tertuang dalam facebook baik itu foto, artikel atau bahkan sampai status galau nan lebai.

      Nah yo, ustad, pastor, pendeta, biksu, sampai anak punk dan saya pun senang kalau status yang kita tulis dengan sepenuh hati ada yang nge-like, bahkan tak jarang saya kerap mengintip-intip apakah status saya sudah ada yang like apa belum, hehe. maksain banget. semua ini menunjukkan kalau manusia memiliki rasa ingin dihargai, yang kalau didunia maya bisa diapresiasikan melalui menyukai dengan mengklik jempol.

     Mengapa mesti jempol sih?, hmm.. karena acungan jempol menjadi sebuah bahasa tubuh kalau apa yang kita rasakan itu baik dan kita menyukainya. seseorang pernah bicara agar saya tidak memuji seseorang, lah kok bisa sih? tidak memuji?,  katanya dengan pujian seseorang bisa menjadi sombong. aih aih kok bisa berpikiran seperti ini, Allah saja mengajari kita untuk sering memuji, kalau saya gembira maka saya berucap Alhamdulilah, segala puji hanya milik-Nya.  bukankah memuji ciptaan-Nya berarti kita memuji-Nya?, mengacungkan sebuah jempol pada enaknya kue berarti memuji si pembuat kue, dan memuji pembuat kue berarti kita memuji sang pencipta pembuat kue yaitu Allah. segalanya akan berujung pada satu pangkal yaitu Allah.

      Dalam dunia pendidikan, seorang anak yang sering mendapat pujian atau minimal acungan jempol sebab prilaku baiknya akan lebih merasa dihargai dan tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri serta dapat menghargai orang lain. sebaliknya seseorang yang sulit memberikan jempol pada anaknya, maka anaknya akan menjadi pribadi yang minder. betapa hebatnya acungan jempol atau pujian. dan betapa salahnya orang yang pelit memuji, entahlah apakah orang yang pelit memuji manusia, juga pelit memuji Tuhannya.

     Lantas kita mesti sering nge-like di facebook gitu? oh tidak juga, itu hanyalah sebuah permisalan. Bahkan ada teman yang nge-hack facebook dengen mengotomasi like (auto like) status teman-teman tanpa repot-repot mengklik dan membaca, kalau seperti itu apalah artinya apresiasi?, jika dalam dunia maya saja kita senang memberikan jempol, kenapa tidak kita lakukan dalam dunia yang benar-benar nyata, tidak seperti di facebook, mengklik tanda suka bisa saja kita lakukan seenaknya, karena penulis status teman akrab, atau nggak enak karena ia sering me-like status kita padahal status kita nggak jelas/lebay/ga masuk akal-nya bukan main, tanda suka di facebook bisa saja tidak datang dari hati. namun di dunia nyata, acungan jempol akan terlihat lebih  terasa belum lagi di tambah senyuman dan kata-kata :)

"emmm, masakanmu memang enak" ujar kita sambil mengacungkan jempol dan tersenyum.

    Oh, betapa bahagianya si pemasak, betapa merasa dihargainya ia, pasti ia akan membalas senyum kemudian berkata :

"ah, masa sih?" atau  "loe bisa aja" atau "biasa aja sih!" atau "ah, nggak enak juga masakan gue, jujur loe!". apapun yang ia katakan tetap saja hatinya akan tersenyum lebar.


    Dan Akhirnya pujilah pada apa yang layak dipuji, berilah acungan jempol secara nyata kalau ia menjadi isyarat sebagai sesuatu yang baik adanya.

    
... saat seseorang hendak menyebrang jalan, saya tengah mengendari motor dengan kecepatan cukup kencang di jalan itu, saya memberi isyarat agar orang itu menunda menyebrang, karena tak mungkin saya mengerem tiba-tiba hanya karena memberikan kesempatan satu orang untuk lewat, bisa berbahaya. sebagai gantinya saya memberinya acungan jempol. orang itu pun pun tersenyum dan mengerti, pernahkah anda melakukannya? mengacungkan jempol pada pengendara lain karena menahannya bergerak agar kita melaju lebih dulu?

    


Komentar

  1. yes! saya juga menyukai artikel ini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih zar, moga tetap semangat menulis

      Hapus
    2. ijin copas aja mas bro...di sebari di fb, biar smua xa pda sadar..heheh

      Hapus
    3. Hajar mas, kalau bisa sih , cantumin link ke blog saya ya hehe, sekalian hihihi

      Hapus

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang