Andai andai untuk Jakarta


   Hari ini kuliah yang membosankan libur.. alasannya sederhana, hari ini jokowi-ahok serta rivalnya foke bertarung mati-matian mendapatkan suara terbanyak, siapa yang terpilih? hmm, yang terjadi terjadilah.

   Sekedar pepesan kosong, berangkat kuliah dua puluh dua hari setiap bulan, menempuh jarak Tangerang-Jakarta, memakan waktu dari 05.30 sampai 06.45 menjadi harapan baru saat terpilihnya gubernur baru dengan segudang program kerja yang diantaranya meluruhkan kemacetan.

  22 hari dalam sebulan, Melewati lebih dari 10 lampu merah, empat titik kemacetan, rasanya tetap akan seperti itu siapa pun gubernur yang akan terpilih nanti, hanya membawa tulang ikan. Karena rasa-rasanya setelah lebaran kemarin, waktu tempuh Jakarta-Tangerang semakin lama, bukan karena jalan nya yang memanjang, tapi karena kendaraan yang makin membludak.

  Benar kata seseorang, satu hal yang bisa menuntaskan kemacetan Jakarta, dengan satu hal ini  jalanan Jakarta akan lengang, bebas hambatan, angkot-angkot tak seenaknya menaik turunkan penumpang, bus-bus butut tak berkeliaran bagai hantu. ya satu hal ini adalah lebaran.

   Andai saja Gubernur yang terpilih nanti bekerja sama dengan dinas terkait yang bertanggung jawab mengurusi kemacetan membuat hari-hari jakarta terasa seperti hari lebaran, transportasi masal tak sekedar isapan kelingking, monorel bukan kerjaan setengah rel tanpa kepastian, busway tak lagi momok pengangkut penuh tindak amoral. bagaimanapun ke-andaian harus saya sambut dengan penuh suka cita, daripada tak sukacita dengan yang ada?,  kita akan menjadi lebih baik lagi, Jakarta akan menjadi lebih baik lagi setiap hari setiap waktu.

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang