Mati Lampu


Pelita
    Sejak kemarin sudah dua kali mati lampu, maksudnya padam listrik. pemadaman listrik terjadi bergilir, tidak selama 24 jam, hari ini lokal listrik rumah saya mendapat giliran padam dari sore hingga malam.

   Dunia selalu terbalik, sedih senang, siang malam.
dan perasaan pun selalu terbalik, kita tak menyadari nikmatnya sehat kalau belum pernah merasakan sakit.
kita tak pernah tahu apa itu siang, jika kita hidup selalu malam.

    Tapi apakah kita tak pernah tahu indahnya terang, jika kita tak pernah merasakan gelap.
untuk mati lampu, saya lebih menikmati mati lampu ketimbang terang benderang, ada suasana hening, ada suasana sunyi, ada suasana saat sinar tak terlalu menggangu mata, ya indahnya mati lampu, indahnya padam listrik.

    Dahulu, saat kecil dulu, saya seringkali bersama teman, membuat rangka kotak dari bambu kemudian dilapisi kertas, di tengahnya saya letakkan lilin, saat mati lampu malam hari, saya bersama teman berkeliling di jalanan sambil membawa lampion sederhana dengan lilin sebagai penerang.

   Ada suasana rindu pada dahulu, saat rumah nenek di kampung masih menggunakan pelita sebagai penghilang gelap, suasana hening, suasana keluarga berkumpul bicara bersama, tanpa sibuk memperhatikan televisi, menonton iklan-iklan yang makin lama semakin ambigu.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang