7-Eleven

7-Eleven
sumber : 7elevenid.com


        Kreatif, ya kreatif, bumi hidup, tumbuh dan ramai berkat
orang-orang kreatif, dalam hal apapun itu, hingga belakangan
orang-orang kurang kreatif terpinggirkan dalam kancah, termasuk jasa
retail.

Dulu kita belum mengenal alfamart, indomaret, kita hanya mengenal
warung klontong tradisional, di warung ini tak bisa melihat harga,
kadang berdesakan, suasana warung yang kurang nyaman baik dari
penerangan maupun peletakan barang.

Kini bermunculan toko-toko retail yang menawarkan kenyamanan
berbelanja dengan harga bersaing, alfamart sebagai contoh kecil. Toko
kelontong memang tetap jadi rujukan berbelanja grosiran atau untuk
dijual kembali, tapi kini mulai diblok oleh toko modern yang juga
menjual grosiran/massal (wholesale) yang mulai kita kenal dengan nama
lottemart, warung kaki lima pinggir jalan yang biasanya buka sampai
larut malampun kini mendapat tantangan dari semakin menjamurnya
toko-toko retail 24 Jam, circle K contohnya. Bukan hanya itu, warung
mie rebus, warkop, wabur (warung bubur kacang hijau) kini terkesan
usang dengan hadirnya 7-eleven yang juga menawarkan makanan ringan
sampai berat dan buka 24 jam.

Kita tak pernah lihat iklan warkop di tifi, terlebih di reklame
pinggir jalan, yang sering kita lihat adalah promo dari Giant, Hypermart dan
Carrefour yang sering adu suara kalau tokonyalah yang termurah, lalu di mana ada
iklan toko Pak haji atau toko Koh anu jual anu dengan harga spesial?

Terus se-kreatif apakah kita? Saat orang-orang pintar bersama
para pemilik modal besar dari Negeri Asing berjualan di sini? Buka
lapak kaki lima dengan tampilan dan manjemen baru?

Yuk, kita terus belajar :). Terutama kalau Pemerintah peduli dan rakyat simpati :).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang