Saya Rela Dibuang Ke Jepang

   Bingung lihat pengendara kendaraan baik besar kecil, roda duasampai roda enam belas, semua berebut jadi yang terdepan, terlebih roda dua, dia yang paling nafsu sempil sana selip sini, memang sih nenek moyangnya turut membangun jalan, tapi bukannya santun berkendara lebih asyik dan menentramkan.
source : crwflags.com

  Khusus di Jakarta, jalur transjakarta jadi buruan pengendara roda dua kalau macet total, hehe saat di sensus siapa saja yang masuk jalur si Transjakarta, saya kena sensus :D. Polisi paling hobi kalau pengendara masuk jalur Transjakarta, terlebih sekarang separatornya meninggi, makin sering Polisi dapet kue basah para pelanggar hihihi. Untung saya belum pernah kena :). dasar mujur.

  Sedih sih, kalau lihat gelagat ketidak-sopanan para pengendara, tapi mau bagaimana? kayaknya sudah mengakar sampai ke dasar bumi. tapi tenang karena kita masih punya generasi berikut, "tebang pohon Apel yang sudah tua, atau biarkan meranggas dan mati, kemudian tanam bibit Apel yang sehat dan kuat".

   Saya pernah baca sebuah artikel di kompasiana.com, di sana tertulis kalau di Jepang pun ada Bus semisal Transjakarta yang punya jalur khusus, bedanya tak ada separator yang memisahkan jalur bus dengan jalur kendaraan lainnya, yang ada hanya sebuah garis marka. dan mungkin yang membuat "aneh" kita sebagai orang Indonesia, tak ada yang masuk jalur si Bus walau jalanan macet sekalipun. saya geleng-geleng kepala "mantap!". di Jakarta ada separator saja masih diterabas bagaimana kalau cuma garis marka? pasti bakal "ancur minah".

   Tapi, tak seperti itu juga, di sini masih banyak yang mau dan bahkan sudah sadar sopan santun di jalan raya, kita pasti bisa!. jika ada pembuangan pengendara untuk mendalami sopan santun jalan raya di jepang, saya akan menjadi sukarelawan pertama yang rela dibuang ke Jepang!.




Komentar

  1. Lha yang nulis sudah sadar berlalu-lintas gitu lho :).
    Percayalah, kita sebenarnya bisa, Mas Cakra!
    Tidak ditulis di Kompasiana sekalian nih, artikel ini. Menarik lho Mas.
    (eko)

    BalasHapus
  2. hihihi, justru yang nulis di atas berharap dapat akreditasi dari luar negeri mas :) hihi

    ya mas eko, saya percaya kita pasti bisa..

    di kompasiana masih banyak yang lebih menarik mas, sengaja di tulis di sini berharap duta besar Jepang untuk indonesia baca, terharu lalu menghubungi saya :

    "ini cakra yaaa?" kata pak dubes
    "iya betul, ini siapa yaa?" tanya saya heran ada nomor baru di hp saya

    "saya dari duta besar jepang, setelah baca tulisan saudara, pemerintah jepang mengabulkan untuk menerima pembuangan saudara di negeri kamii.."

    sambil terharu saya mendengarkan

    "beneran nih bosss?" hehe

    salam mas eko

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang