Ke mana si Kucing?

Sudah beberapa hari si Kucing tidak ke rumah, biasanya jam 5.30 pagi
ia datang hampir setiap hari. Bukan hanya pagi kadang sepanjang siang
di rumah, tidur. Entahlah, mungkin malamnya si kucing cape cari
tikus. Atau bahkan ikut-ikutan manusia yang membuat mesin dipabrik
bekerja siang malam.

Seperti inilah wajah kota, bukan hanya manusia yang berlomba cari
tempat meneduh, kucingpun demikian. Bahkan mereka lebih sulit lagi. Di
usir dari tempat ke tempat. Saya sering berpikir kalau ada orang yang
menyiram kucing dengan air panas karena ketahuan mencuri, memukulnya
hingga si kucing trauma untuk datang ke tempat dia mencuri. Kemana
rasa kebersamaan di Kota jika kucing pun tak tersedia tempat untuk
berbagi?

Komentar

  1. setuju .. ^-^
    kucing juga kan makhluk yang punya nyawa ..
    bukan salah kucing ko klo dy ga punya uang, maka'a terpaksa mencuri ikan d rumah2 penduduk .. :(
    apalg kucing itu kan lucu .. :)

    BalasHapus
  2. Hihihi, nasib jadi kucing emang bgitu.. Bagus dijual jelek ditelantarin...

    Untungnya ga ada reinkarnasi... Kalau renkarnasi jadi kucing. Piye jadinya ya yah heheh :)

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang