Mencuri di Rumah Allah.


    Saat hendak memasuki sebuah masjid samping Terminal kalideres, Jakarta Barat. Plang "berisi himbauan agar sandal dan barang berharga dititipkan" menyambut saya.

    Sebegitukah? Mencuri di mana pun tak benar, bagaimana mencuri di Rumah Allah, tempat malaikat ngetem menunggu Umat menyetorkan do'a.

    Di mana Ihsan?, sebuah Keadaan kita merasai Tuhan meliputi setiap gerak nafas kedipan kita... Atau mungkin Jangankan ihsan, untuk memaknai salat mencegah perbuatan keji dan munkar, itu masih sulit, bahkan saya sendiri saat bersalat mencoba berkomunikasi dengan Tuhan melalui do'a do'a merasa dunia selalu membuntuti alam pikiran...

Atau kami kah yang tak mau berusaha mengkualitaskan salat kami, hingga sesaat selesai salat kami lupa kalau kami baru saja bertemu Tuhan. hingga kami mencuri, kami menyikut, menyenggol, berdusta...

Mestinya saya kembali pada "inni wajjahtu wajhiya lillah" ...

Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang