14 Mar 2013

Komik "Bersabdalah Zarathustra" bukan untuk anak-anak.

Bersabdalah Zarathustra Nietzsche


     Di kelas, seorang teman meminjami sebuah komik terbitan elex media komputindo , dari judulnya rasanya komik itu menarik, tapi seusai dibaca, hmm yang ada bukan menarik, tapi komik ini bisa menuai kritik.

Komik ini secara tersurat menusuk perasaan pihak gereja, pendeta dilabel sebagai pengemis, tidak ada konflik pembelaan untuk pihak gereja, selain itu komik ini tak layak dibaca anak-anak karena ada adegan pembenaran Bunuh diri. Kegamangan hati, juga mendogma ketiadaan Tuhan dan pada akhirnya Menuhankan diri sendiri.

   komik ini Diadaptasi dari novel filosofi Thus Spoke Zarathustra karya Friedrich Nietzsche yang berkebangsaan Jerman, ia adalah seorang filsuf yang membunuh Tuhan dengan beranggapan bahwa Tuhan sudah mati!, memang Nietszche sang filsuf hidup di tengah hegemoni gereja dan menanyakan eksistensi Tuhan, mungkin karena saat ia hidup pihak gereja tak memberikan pencerahan pada masyarakat eropa, yang ada hanya pengekangan pikiran, kesenjangan sosial antara rohaniawan dan masyarakat biasa, akhirnya timbul reaksi pikirannya sampai akhirnya beranggapan Tuhan tidak ada.

Walaupun komik ini menuai kritik (dari saya), sebaliknya saya merasa dikritik oleh keadaan masyarakat yang digambarkan dalam komik, saya merasa diri ini jauh dari Tuhan, ibadah hanya menjadi ritual kering, atau hubungan saya dengan Tuhan hanya sekedar Jual beli padahal Tuhan lebih dari sekedar mitra dagang. Saya merasa kalau saya ibadah mestinya saya mendapat imbalan lebih dari Tuhan, padahal Allah adalah segalanya.

Komik ini bisa jadi selingan komik detektif Conan :)






Sent from my AXIS Worry Free BlackBerry® smartphone

2 komentar:

  1. hmm ...
    saya merasa terpanggil .. :D

    BalasHapus
  2. :D

    terpanggil oleh Tuhan atau komik konan mbak? :p

    BalasHapus