Potongan bingkai dalam kelas

Tadi di kelas kami membahas mata kuliah teologi, bab Cinta pada Tuhan.

Sebelum masuk lebih jauh dalam pelajaran, pak Dosen meminta pendapat mengenai hakikat cinta, hihihi ada ada saja. Banyak sekali yang mengangkat tangan, terakhir saya mencoba berpendapat, tangan kanan saya angkat :

'Ya cakra, silahkan' Sambut Pak Dosen..

'Makna cinta akan berbeda bagi tiap insan, hmm...cinta itu menjaga yang dicinta dengan sepenuh hati, tak merusak perasaan atau kehormatannya, juga indah, jika tidak indah bukan cinta, jika ada tangis, sedih, lunta bisa jadi cinta, karena dalam tangis, sedih, lunta, geram, sampai kangen pun memiliki esensi cinta di dalamnya'

Dalam hati saya bertanya,

'apa cinta harus memiliki?'

Bagaimana bisa menjaga kalau memiliki pun tidak, sedang Tuhan, bagaimana dapat mencintainya kalau kita tak pernah memiliki-Nya?, sederhana, kita telah menjadi milik-Nya, tanpa memilikiNya kita sudah miliknya.

Tapi apa kita bisa memiliki yang bukan milik kita?
Hmm..kita memang tak pernah seutuhnya memiliki, karena diri ini pun miliknya, lantas bagaimana dengan cinta pada seseorang? mesti memilikinya? kepemilikan nisbi.

bisa jadi memilikinya dengan kepemilikan nisbi, tidak seutuhnya. tapi kita bisa bersamanya. :)

Seorang mulia pernah berkata :
     "Tak sempurna iman seseorang kecuali saling mencintai, Maukah Aku tunjuki sebuah perbuatan jika kalian melakukannya kalian akan saling mencintai?, tebarkanlah salam di antara kalian".

salam tidak hanya sebatas uacapan "asalamualaikum", salam bisa mencakup rasa sayang, mendamaikan perasaan, salam juga berarti kerukunan tak terbatas agama, ras dan budaya.

Komentar

  1. Kau bisa memberi meski tanpa cinta, tapi kau tidak akan penah bisa mencintai tanpa memberi.

    BalasHapus
  2. Betul banget, memberi maka saling mencintai..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang