Tahun sejuta Masehi

Di sebuah ruangan penuh dengan kawan-kawan yang sedang berlatih memerankan tokoh-tokoh yang didapatnya...'Kami akan menampilkan masrahiyah/sandiwara 24 bulan lagi atau mungkin lebih, mengangkat tema kehidupan, cerita diambil dari cerpen Taufik al hakim dengan judul 'Tahun Sejuta Masehi'...


Aku sedang duduk diatas panggung, bersamanya.. Sengaja memilih panggung karena cukup nyaman dan tak terlalu berisik.

'Mau ke mana?' Tanyaku padanya..
'Mau ke belakang' jawabnya singkat
'Jangan lama-lama ya, di sana ramai'
'Emang kalau ramai kenapa?' Alisnya bertemu..

'Aku sendirian di sini, dialog dan scene kita cukup banyak...' Kataku lemah.

'Siip, tenang aja, Aku ga lama..'

'Bener yaa??...
'Iyaaa...
'Lima menit?'
'Tiga menit pun aku akan kembali lagi..'

Aku memperhatikan jalannya dari kejauhan, seorang perempuan yang luar biasa, batinku.

'Sepuluh menit ia belum kembali, Aku menyusulnya ke belakang.., di bawah pohon rindang aku memperhatikannya tengah bicara dengan seorang lelaki, tampak serius, tapi aku tak tahu apa yang mereka bicara bicarakan..

Hmm.. Mungkin urusan di luar sandiwara, memang gedung seni ini cukup luas, menampung berbagai cabang, mulai lukis hingga tari semua lengkap di sini. Jadi tak aneh kalau ia banyak berkenalan dengan lain, dan memang harusnya seperti itu bukan..

Aku kembali ke panggung, menunggu, satu jam, dua, tiga, lima jam aku menunggu, aku tak melihatnya datang.. Aku duduk diam, masih ada 24 bulan lebih pikirku, jika hari ini ia tak datang masih ada esok, aku mengharapnya kembali, dengan keadaan apapun akan kuterima, Aku tak ingin dialog sandiwara nanti hanya menjadi sebuah monolog panjang ..

Komentar

Posting Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang