Menjual ramadhan


    Sebentar lagi masuk bulan ramadhan, tifi-tifi sudah mulai berjulan biskuit, sirop, nanti sesaat masuk bulan ramdhan kita akan dikepung oleh islam dalam televisi, dari subuh hingga menjelang malam semuanya diboikot dengan acara acara yang katanya milik orang Islam... Lantas bagaimana dengan saudara kita yang bukan Islam? mau tak mau mereka ikut nonton itupun kalau mereka suka, kalau yang tidak suka? dia masih bisa lihat acara lain kalau punya tifi kabel atau tifi satelit, tapi kalau tidak punya ? y terpaksa dimatikan...

    Menjual Islam di telefisi, muncul ustad ustad baru... tiba tiba aktor banyak yang pakai pici, artispun pakai jilbab, cantik cantik, saya suka dengan busana yang mereka gunakan, tapi selesai syuting jilbabnya ditanggalkan, Islam kayak jadi sandiwara saja,, cuma dilayar kaca, tidak dibawa bawa dalam kehidupan nyata  . . .

  Puasa kita,, cuma mengganti jadwal makan saja, bisa jadi malah tambah konsumtif di bulan puasa, makan jadi bertmbah banyak saat berbuka , seakan balas dendam, semua ingin dicicipi, es sirop seperti jadi menu wajib dibulan ini, kue kue biskuit biskuit.. semua bermunculan, salah? tidak . . . . , hanya saja makna ramdhan makin bergeser jadi bulan konsumtif, bulan berlomba mengumpulkan uang sebanyak-banyaknya untuk dibelikan ini itu untuk lebaran nanti.

   Ramadhan. pernahkah kita berpikir kalau kita layak diampuni dibulan ini?

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang