Jualan

  Sudah lama tidak menulis, buka blog pun jarang sejak awal ramadhan kemarin, banyak yang kepingin ditulis, tapi menguap begitu saja.

   Dulu waktu jaman masih sekolah dasar, saat ramadhan, saya sering bantuin abang buatin kerajinan tangan berupa kartu lebaran, biasanya saya dpat jatah ngelemin kertas, ide kreatif selalu saja muncul di benak abang saya, kartu lebaran yang ia buat unik, tiap tahun beda, pernah dari lapisan batang pohon pisang yang sudah kering, biasanya saya jadi asisten saat nyari bahan baku ini di kebun yang sekarang jadi SMU 6 Tangerang, juga kertas aneh aneh yang saya tak tahu ia dapat dari mana. setelah selesai saya kebagian lagi tugas pemasaran disamping ada orang lain yang juga ikut memasarkan. dan ini yang paling penting.

  Kini kartu lebaran sudah tertelan masa lalu, orang lebih kepingin hal hal sederhana dan cepat dalam menyampaikan pesan, bisa lewat sms, telepon, dibanding kartu lebaran yang mesti kita tulis dulu, kemudian menyampaikannya pada orang tertuju. walau sebetulnya kartu lebaran lebih meninggalkan kenangan.

  Pemasaran 

   Mungkin tulisan kali ini melompat lompat,  tak apalah daripada tak menulis sama sekali, atau mungkin tulisan ini sebuah curcol belaka ihihii.

   Sejak kecil saya tak lepas dari dunia pemasaran dan dagang ehehe, di mulai saat jagain dagangan saat masih SD, saat itu saya jagain cendol parak/selendang mayang, besar sedikit saya jualan petasan dari modal sendiri hihi, waktu itu larangan jualan petasan tidak setegas sekarang, pernah juga jualin pulpen, catatan saku  (buatan sendiri), kelas 5 SD saya mulai jaga toko sampai kelas 3 SMP, lulus SMA saya kerja di carrefour, supermarket retail, juga saya kebagian pemasaran pulsa, yang megangin daftar harga pulsa plus ngimingin hadiah kalau beli pulsa yang seratus ribuan, sambil berdiri di pintu masuk setiap ada pengunjung yang datang saya dekati. bosan kerja di carrefour karena tak memungkinkan saya buat kuliah, saya keluar.

   Kuliah

   Kirain udah bebas dari dunia jual-jualan, saat  liburan panjang kuliah, saya diajak berjualan perangkat elektronik kerjasama dengan 3 koperasi di bandara Soetta, di sini saya bertemu pedagang perangkap nyamuk.   kebetulan di tempat kuliah saya kenal tokobagus, kaskus,  de el el, yang memungkinkan saya jualan apa aja, setelah liburan panjang selesai dan tak memungkinkan dagang di bandara soetta, saya memutuskan berdagang online dengan sedikit banyak bantun Mbak Anne Ahira. ada dunia dan tantangan bru, metode pembayaran dengan paypal, rekber de elel,  kesepakatan harga, keamanan pengiriman, diburu waktu. kurang modal, sampai mencari agen pengirimn yang buka 24 jam. setelah tahu apapun bisa dijual saya mencoba menjual apa saja, pernah buku yang saya beli Rp 5.000 saya jual menjadi Rp 200.000

  Sampai ramdhan kemarin saya masih saya digelayuti dunia pemasaran, walaupun saya tak punya banyak barang dan uang, tapi saya punya koneksi internet dan menjunjung tinggi transparansi harga serta  kualitas barang juga jaminan terlepas dari tindak penipuan. beberapa kodi sandal pun berhasil saya jual (hehe jadi ke sendal sendal :) .

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?