lelaki sunda bukan untuk perempuan Jawa.

"lelaki sunda itu bukan untuk perempuan jawa, jawa itu lebih awal ada daripada sunda, jawa lebih tua. kalau sampean menikahi wanita jawa yoo sama saja sampean nikahin kakak perempuan sampean". tutur seorang Ibu pada saya, dengan nada lembut dan penuh krama. 

"mun nu jawa pemegeut nya hade atuh kana istri nu sunda" ini adalah perkataan seorang nenek suku sunda totok pada saya, artinya kurang lebih seperti ini "kalau lelaki jawa cocok menikahi wanita sunda". 

   pernyataan itu membenarkan pernyataan awal. dua premis yang saling mendukung membuat sebuah kesimpulan : pengayom rumah tangga adalah suami bukan istri. sedangkan jawa lebih tua dari sunda, berarti jawa suami sunda istri. dalam pernikahan tua bukan masalah usia, tapi masalah kepemimpinan rumah tangga. 

perkataan orang tua tak pernah salah

   memang adanya demikian, mereka tak pernah salah. mereka mewarisi budaya. istiadat. bahkan saksi hidup peperangan dahulu kala, jawa lebih tua dari sunda benar adanya. toh kerajaan banten lama pun hasil invasi dari timur ke barat. bahasa sunda halus di parahyangan pun merupakan bahasa nasional kesultanan jawa, bukan sunda.

Lalu, mesti gimana?

   saya sendiri lebih memilih untuk tidak mendukung pakem mereka. tua dan muda bukan masalah suku, tapi masalah kepribadian, kesiapan dan ya yang terpenting keduanya merasa cocok.  karena pakem di atas hanyalah sampling,   bukan hanya terjadi antara jawa sunda, bahkan ada larangan pernikahan dalam satu marga, beda warna kulit. pada akhirnya darah sunda yang mengalir dalam diri saya bukan dari keinginan saya. 

"seorang wanita budak yang beriman, lebih baik di banding wanita non Muslim, walaupun ia membuatmu terpesona (jatuh cinta dan ingin menikahinya)"

 Perbandingan tolak ukur dalam pernikahan bukanlah suku, etnis, marga, atau ras. 

kecocokan dalam pernikahan adalah kecocokan dalam agama, sebagai muslim akan cocok dengan muslimah. selama KTP kita islam, yo wis kita bisa menikahi wanita atau lelaki yang KTP nya juga islam, sing penting saling cocok. 

Ndak memaksakan

 saat satu pintu tertutup, ada pintu pintu lain yang terbuka. 







Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?