potret kaum marginal yang makin tertinggal secara intelektual

Semalam, saat saya mengajar di kelas, tiba tiba seorang ibu masuk dengan anaknya. anaknya saya kenal sedangkan ibu nya memiliki wajah yang kurang familiar. 

Kelas saya bersebelahan dengan kelas lainnya, jika ingin masuk ke kelas yang lain itu mesti lewat kelas saya karena. Si ibu yang baru datang tiba tiba berujar, bukan pada saya tapi pada salah satu murid saya. 

"Serly, kamu jangan bikin nangis anak saya lagi ya... !" Nadanya agak mengancam, saya agak terkejut dengan kata katanya. 

saya bilang pada si ibu agar tidak bahas hal yang demikian di depan teman temannya, ini hanya sebuah hal sepele tambah saya. 

Potret pendidikan nonformal kaum marginal

Banyak orang tua ingin anaknya maju secara intelektual, tapi tak pernah saya dapati orang tua menanyakan sejauh mana hasil belajar anak pada sang guru, awalnya hanya menitipkan anak untuk diajari. Cukup itu saja, tak pernah di lihat lagi bagaimana suasa pendidikannya, suasana prasarananya dan lain lain. 

Tapi saat si anak nangis oleh anak lainnya si ortu datang dengan geram seakan dendam pada anak yang membuat buah hatinya menangis, tanpa merasa perlu menanyakan sikap buah hatinya sendiri pada teman temannya. 



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang