Kenapa tidak bilang?

Saya pernah membaca sebuah buku tentang hubungan, kisah ini juga diceritakan dalam chicken soup for the soul, mungkin dengan redaksi yang berbeda namun maknanya serupa. Seorang pasangan yang sudah bertahun tahun menjalani rumah tangga, mereka tinggal di rumah yang jauh dari pusat kota, hal ini menyebabkan pasangan ini berbelanja kebutuhan makanan seminggu sekali, mereka berbelanja dengan menggunakan mobil, sang suami menyetir, karena jarak parkir mobil dan dapur lumayan jauh mereka peraturan bersama,  si istri membawakan barang barang yang sudah dibeli, memindahkannya dari bagasi ke dapur. Sedangkan si suami merapihkan mobil kemudian membereskan semua barang belanjaan yang sudah dibawa ke dapur oleh istrinya.

Kerap kali si istri emosi saat melihat suaminya salah dalam hal hal sepele, baik itu menaruh piring setelah makan ataupun yang lainnya, si suami selalu menahan ego jika istrinya marah, semakin ke sini semakin sering sang istri tersulut emosi, hingga pada akhirnya ia meluapkan kekesalannya pada suaminya yang tidak membantunya membawakan barang-barang dari bagasi ke mobil.

Si suami berujar "kenapa kamu tidak memberi tahu aku, aku kira kamu merasa nyaman dengan peraturan bersama yang pernah kita buat, lagi pula aku sangat senang membantumu jika kamu merasa tidak nyaman dengan pembagian tugas ini, atau kita bisa membuat peraturan baru".

***

Yaps, yang perlu kita lakukan adalah meminta, kita terlalu tidak enakan untuk meminta, meminta pada suami untuk mebolong, meminta orang lain untuk merubah sikapnya pada kita jika kita tidak senang dengan sikap tersebut. Yang diperlukan hanya meminta dan mengkomunikasikan nya. Setelah itu orang yang kita minta akan tahu apa yang kita butuhkan.

Namun pada kenyataannya tidak demikian, kita merasa bahwa orang yang bersama kita nyaman dan baik baik saja, nyatanya ia memendam setitik demi setitik kekesalan yang tidak diungkapkan karena sikap kita yang tak ia senangi, atau keadaan kita yang tidak disenangi, atau hal hal lainnya yang kebanyakan tidak kita rasa kalau itu membuat dia kesal dan tak nyaman. Setelah lama dan "buuum", istri bisa minta cerai, atau suami tiba tiba menceraikan, pacar minta putus, atau perselingkuhan terjadi karena seseorang mendapatkan kenyamanan di tempat lain, padahal ia bisa memberi tahu pada suami/istri atau kekasihnya keadaan yang ia tidak senangi, mengkomunikasikannya, memendam rasa tidak enakan, dari pada hal hal yang benar benar tidak enak dan fatal bisa terjadi.

***

Tulisan ini hanya sebuah opini dan bersifat subjektif, peluang untuk dikritisi lebih besar dari manfaat yang bisa di ambil.

Salam hangat,

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Takjil itu apa sih?