Memiliki Hobi

Saya sering melihat teman teman saya, bahkan kadang diri saya sendiri terperangkap di dalam waktu luang dan bingung ingin mengerjakan apa. karena pekerjaan sudah selesai atau memang sengaja meliburkan diri, dan dengan sendirinya waktu luang malah membuat segalanya menjadi lebih tidak nyaman. tak ada pekerjaan atau sekedar mengutak atik sesuatu. di sinilah Hobi diperlukan hehehe. 

Saya sendiri memiliki banyak hobi di antaranya menulis, menanam pohon, membaca, dan juga mengoleksi sedikit diecast. sedangkan membuka facebook tidak saya kategorikan sebagai hobi, karena ia malah mengalihkan kita dari pekerjaan yang lebih penting kita lakukan. hanya saja yang kadang saya masih belum mengerti, hobi orang-orang yang ada di lingkungan saya tinggal umumnya tidak beragam. namanya juga hobi tentunya urusannya secara pribadi karena tiap pribadi berbeda maka gairah untuk menghabiskan waktu luangnya pun juga berbeda. tapi tidak di sini di tempat saya, hobinya rata rata rombongan, kolektif.. satu suka burung yang lain ikutan, satu hobi batu, buru buru yang lain turut mengoleksi. dan lain sebagainya. 

Biasanya hobi yang berdasarkan gairah pribadi itu tetap konsisten, ndak ikut ikutan, ngga sekedar supaya sama dengan orang lain.

Jeep Rubicon limited Edition 2015
salah satu diecast yang saya miliki, keren kan?
saya selalu bermimpi memiliki aslinya :)

Saya senang menanam pohon sejak masih belajar di Madrasah Ibtidaiyah, waktu itu emak dan bapak masih tinggal di kontrakan, ada tanah kosong di samping kontrakan yang saya tanami dengan tanaman beraneka ragam, ada tomat, cabai dan yang paling banyak adalah pohon pacar air, pohon-pohon ini dengan mudah saya temukan di tempat sampah, karena dulu tempat sampah biasanya ada di tanah lapang, di tempat sampah ini seringkali tumbuh pohon tomat dan cabai yang saya cabut dan pindah tanam di samping rumah kontrakan. namun karena banyaknya ayam tetangga yang dilepas begitu saja, pohon yang saya tanam kerap kali menjadi bulan-bulanan ayam dan anak anaknya. 

Sampai saat ini saya masih gemar memelihara pohon, bagi saya pohon itu hijau, teduh di mata, juga tidak rewel seperti kalau memelihara binatang, di tulisan sebelumnya saya bercerita tentang menanam pucuk merah, namun jauh sebelum itu saya sudah banyak menanam pohon, ada satu pohon cokelat yang kini sudah besar dan rimbun tumbuh di halaman rumah kakak saya, saya tanam belasan tahun lalu, pohon murbei di depan rumah yang kini batangnya sudah cukup kuat dan besar, Srikaya yang berbuah banyak di depan rumah kakak perempuan saya juga jadi salah satu koleksi yang pernah saya tanam, diafenbachia, aglonema (aglonema rentan terhadap penyakit dan lumayan mahal),  dan masih banyak lagi, sebagian besar mati karena kurangnya cahaya, atau karena lingkungan yang tidak bersahabat.

Saya sering melamun, ada saat nanti saya punya lahan dan halaman luas, saya sangat berharap bisa menanam kembang kertas juga pohon markisa asam, dua pohon itu membuat saya selalu berharap memiliki lahan kosong yang langsung tersirami sinar mentari. 

Menanam pohon bagi saya memiliki keindahan tersendiri saat melihatnya tumbuh subur, memberi kesejukan, kerindangan dan nyaman dipandang mata. 

salam hangat, lalu hobi anda apa ?

Komentar

  1. menanam pohon tp kok gambarnya mobil2an hehehe....kalo hobi saya menulis puisi sob....kunjungi ya,,,,folow juga boleh kok..kritik saran juga saya terima sepnuhnya...hehehe

    BalasHapus

Poskan Komentar

Pos populer dari blog ini

Belanja di Pasar Senen, antara murah sangat dan sangat mahal

Pengalaman membuat SIM di Polres Tangerang

Kelebihan Vespa = serign bebas tilang